SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usah Kecil Menengah (Disdagprinkop-UKM) akan menggandeng sejumlah pihak untuk pengembangan pasar produk lokal yang berbahan dasar sagu, salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tebingtinggi.

Sebanyak 40 siswa SMKN 1 Tebingtinggi jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran telah berkunjung ke Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Sagu di Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, pada Kamis (6/2/2019).

Kunjungan mereka disambut oleh Kepala Seksi Industri Logam, Mesin elektronika, Aneka dan Kerajinan Pada Bidang Perindustrian, Miftah. SE dan kepala Koperasi Sentra Sagu Terpadu yang mengelola IKM Sungai Tohor, Abdul Manan.

Para siswa ini diajak berkeliling area IKM. Diantaranya Instalasi Pengolahan Air Gambut (IPAG), gedung produksi sagu kering dan ruang produksi produk hilir. Mereka pun serius mendengarkan berbagai penjelasan tentang produksi di IKM.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) Kepulauan Meranti, Azza Fahroni melalui Kepala Seksi Industri Logam, Mesin elektronika, Aneka dan Kerajinan Pada Bidang Perindustrian, Miftah. SE mengatakan selama ini pemasaran yang dilakukan juga belum optimal, dimana sistem pemasaran dengan teknologi informasi masih sangat perlu dikembangkan untuk mendapatkan perluasan pasar.

Dia juga berharap untuk pemasaran hasil dari pengolahan di IKM nantinya juga bisa dipasarkan oleh siswa SMK N 1 yang memiliki kompetensi dibidangnya.

"Mereka berkunjung ke IKM ini untuk dikenalkan kepada suasana industri sehingga bisa terkonsep dan tergambarkan jika ada kendala terhadap pemasaran," ujar Miftah.

Untuk pemasaran produk dari sejumlah UMKM dan IKM ini, Miftah mengatakan perlu dilakukan penjajakan dan kedepannya tidak menutup kemungkinan dilakukannya memorandum of understanding (MoU).

"Kita akan lakukan penjajakan terlebih dahulu dan kedepannya juga akan dilakukan MoU dengan mereka untuk memasarkan produk ini," tutur Miftah.

Lebih lanjut dikatakannya, IKM sagu di Desa Sungai Tohor berstandar nasional dengan anggaran pembangunan sekitar Rp 35 milyar dan peralatan mesin sebesar Rp 5,6 milyar ini akan menerapkan konsep pengolahan yang modern.

"Pengolahan kita sudah modern yakni menggunakan mesin Sives 4 dan Sives 12 yang dapat memisahkan partikel kecil seperti repu, pasir dan lainnya," kata Miftah.

Dia juga mengatakan pengolahan ini menjadi satu-satunya di Kepulauan Meranti dari sekian banyak kilang sagu yang tersebar, sehingga tidak menutup kemungkinan IKM juga menerima untuk mengolah sagu dari kilang lain untuk dicuci lebih bersih lagi.

"Kita juga tidak menutup kemungkinan untuk menerima mengolah sagu dari kilang lain untuk dicuci lebih bersih lagi dari sinilah nantinya akan muncul pembayaran untuk disetorkan menjadi PAD," ujarnya.

Ketua Koperasi Sentra Sagu Terpadu yang mengelola IKM Sungai Tohor, Abdul Manan menambahkan pihaknya akan beroperasi pada tahun ini dan menargetkan akan memproduksi tepung sagu kering sebanyak 30 ton perhari, dimana bahan bakunya didapatkan dari 14 kilang sagu yang berada disekitarnya.

Sementara itu guru SMKN 1 Tebingtinggi yang mengajar di jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran, Hikmawati mengatakan siswa akan diarahkan membuat laporan dari kunjungan tersebut dan mengarahkan apa yang bisa dikembangkan oleh para siswa untuk marketingnya.

"Diharapkan dari kunjungan ini siswa bisa menambah wawasan dan melihat peluang apa yang bisa dikembangkan. Dan siswa bisa tahu jika produksi tidak lagi tradisional seperti yang kami lihat dahulu," kata Hikmawati.

Lebih lanjut dijelaskan, seluruh siswa kelas telah diberi pelajaran khusus mengenai bisnis daring (online). Dengan begitu, mereka bisa memasarkan produk kreasi masing-masing tanpa terbatas wilayah.

"Kami berharap kita bisa membangun komunikasi lebih lanjut karena SMKN 1 punya jurusan yang ahli dibidangnya. Harapannya nanti ketika IKM ini sudah beroperasi siswa kita bisa diberdayakan," pungkasnya.***