PEKANBARU, GORIAU.COM - Bank Indonesia menyadari betul pengembangan komoditas pangan mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi kerapkali menjadi masalah. Untuk itu, BI telah menggandeng daerah penghasil sagu, Kepulauan Meranti, untuk mengembangkan kluster sagu, dengan ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) belum lama ini.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Riau, Mahdi Muhammad, mengatakan pihaknya sengaja mengandeng pemerintah daerah untuk mengembangkan kluster komoditas pangan. Menurut Mahdi, Indoesia masih bergantung pada komoditas pangan padi atau beras, padahal produksinya bergantung musim tertentu. Padahal Riau menyimpan potensi komoditas pangan pengganti beras. Yaitu sagu yang telah lama dikembangkan di Pulau Meranti."Pengembangan komoditas pangan mulai dari produksi distribusi hingga konsumsi kerap menjadi masalah, dan bank sentral ingin mengambil peran untuk selesaikan masalah tersebut," ujarnya.Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, dengan penanaman bibit unggul sagu inimaka perlu di lakukan pembibitan unggul, terhadap tanaman sagu yang ada di seluruh wilayah Kepulauan Meranti. "Dengan begitu nantinya produksi hasil sagu kita akan lebih baik dan meningkat," ungkap Irwan.Menurut Irwan lagi,  untuk pengembangan ke depan, supaya lebih seragam seluruh kebun sagu unggul di Meranti. Untuk pengembangannya juga direncanakan akan dibuat kebun induk untuk pengembangan pembibitan unggul ini seluas 10 hektare. "Kita akan lakukan pembudidayaan bibit unggul sagu ini seluas 10 hektare. Setelah itu baru kita kembangkan ke seluruh kebun sagu yang ada di Kepulauan Meranti yang kita targetkan nantinya mencapai 100 ribu hektare," ujar Irwan optimis.Disebutkannya, saat ini total kebun sagu yang ada di seluruh wilayah Kepulauan Meranti, seluas 51 ribu hektare. Jumlah itu sudah gabungan dari kebun sagu yang saat ini akan dikelola perusahaan Sampurna Agro dan kebun sagu milik masyarakat. "Sehingga, dalam upaya meningkatkan hasil sagu dan menjadikan potensi sagu ini menjadi unggulan nasional bisa berjalan dengan baik. Tentunya itu semua bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kepulauan Meranti," terangnya.***