
PEKANBARU - Pembangunan infrastruktur yang terkendala di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi sorotan tokoh masyarakat (Tomas) asal Kota Sagu, Fahrudin Bakar dalam Forum Konsultasi Publik Provinsi Riau Tahun 2016. Ia pun berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dapat memberikan perhatian khusus demi terciptanya pembangunan infrastruktur yang memadai di Kota Sagu.
"Abrasi di Meranti sudah sangat mengkhawatirkan. Kami berharap soal abrasi ini bisa diprioritaskan tahun 2017. Bagaimana solusi penanggulangannya agar abrasi tidak semakin mengikis," ungkap Fahrudin Bakar, ketika menyampaikan aspirasinya dalam Forum Konsultasi Publik, Senin (21/3/2016) di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau.
Ia menginginkan, pemerintah dapat membuat batu pemecah ombak. Dengan demikian, abrasi diharapkan dapat teratasi dan tidak semakin parah.
"Masalah roro juga ingin kami kemukakan lagi. Kita usulkan Jalan MengÂkikip, karena kondisi alam putus, sehingga transportasi Roro dari Buton ke Kampung Balak terganggu. Jaraknya hampir 35 km lebih, itu merupakan jalan provinsi, tolong diprioritaskan juga," imbuhnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan urat nadi pemerintahan. Untuk itu, ia meminta Kepulauan Meranti turut menjadi perhatian pemerintah provinsi. "Kita punya Erizal Muluk dan Rusfian yang duduk di Anggota Dewan. Tolong perjuangkan aspirasi Meranti, terutama terkait infrastruktur," tuturnya. ***