
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Keluarga korban bunuh diri dengan cara gantung diri di dapur yang terjadi beberapa waktu lalu, ternyata jika mayat Dedeh, diotopsi. Akibatnya, kepolisian kesulitan mengungkap misteri kematian hari itu.
Seperti diketahui, seorang pembantu yang bernama Dedeh (15) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan tali jemuran tepatnya di dapur rumah majikannya di Perumnas Desa Pangkalan Pisang kecamatan Koto Gasib.
Saat ini, pihak kepolisian Polres Siak terus melakukan penyelidikan serta mencari keterangan terhadap saksi-saksi utama yaitu pemilik rumah Alfian SPd yang berprofesi sebagai PNS bekerja menjadi Guru SMPN 1 Kotogasib beserta istrinya Yang juga sebagai Guru di SMAN 1 Kotogasib.
Pihak kepolisian masih menduga korban murni bunuh diri, tidak ada unsur lain. Meskipun begitu pihak kepolisian tetap akan mengadakan pendalaman menyelidikinya hanya saja pihak orang tua korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi.
Kapolres Siak AKBP Sugeng Putu Wicaksono Sik melalui Kasat Reskrim AKP Wisnhu Wibowo menyebutkan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan namun untuk memastikan kematian korban harus dilakukan otopsi terhadap jasad korban.
"Kita telah mencoba meminta kepada keluarga untuk dilakukan otopsi namun keluarga korban menolaknya," terang Wisnu.
Otopsi itu lanjut Kasat untuk memastikan apakah korban murni bunuh diri atau ada unsur lain. "Dalam memastikan korban mati karena bunuh diri atau ada unsur lain sangat diperlukan dilakukannya otopsi" ujar Wisnhu. (sks)