
PEKANBARU – Pelarian Nasriyatno alias Cili, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang kabur sejak Minggu (24/5/2026), akhirnya terhenti. Pria yang divonis satu tahun satu bulan penjara atas kasus pencurian ini diringkus kembali oleh warga di kawasan Rumbai, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.56 WIB.
Berakhirnya petualangan Nasriyatno bukan karena operasi pencarian aparat, melainkan akibat rasa lapar yang tak tertahankan. Setelah tiga hari bersembunyi, perut kosong memaksanya keluar dari lokasi persembunyian dan mendekati kerumunan masyarakat yang sedang bergotong-royong memasak rendang serta memotong hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kehadiran pria asing tersebut sontak memicu kecurigaan warga yang tengah sibuk menyiapkan daging. Menyadari sosok tersebut adalah buronan yang sedang dicari, warga sekitar dengan sigap langsung mengepung dan mengamankannya sebelum ia sempat melangkah lebih jauh.
"Katanya dia keluar karena lapar, kebetulan di dekat situ memang lagi masak rendang untuk kurban," ungkap seorang warga di lokasi kejadian.
Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar membenarkan penangkapan kembali tahanan yang sempat membuat geger publik tersebut. Pihaknya saat ini tengah melakukan proses hukum internal untuk menggali informasi lebih dalam terkait pelarian warga binaannya, termasuk memeriksa kondisi fisik dan psikologisnya.
"Benar, sudah ditangkap. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.
Aksi nekat Nasriyatno bermula saat ia memanfaatkan kelengahan petugas rutan yang sedang melakukan pergantian sif jaga, Minggu (24/5/2026) menjelang magrib. Di tengah pencahayaan yang mulai temaram, ia berhasil melompati pagar dan tembok pembatas kantor yang menjulang tinggi, lalu menghilang tanpa jejak.
Menyikapi insiden tersebut, pihak Rutan Kelas IA Pekanbaru akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh guna menutup segala celah keamanan agar drama pelarian serupa tidak terulang kembali di masa depan. ***