PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau, Tennas Effendi menyampaikan rasa prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di masyarakat Riau. Dimana, banyak anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual dan perdagangan orang.

"Betapa gawatnya kejadian yang terjadi dalam masyarakat kita, ini masalah besar yang harus kita dudukkan secara bersama," ujar Tennas Effendi di hadapan stakeholder yang terkait dengan kekerasan anak dan perempuan, Selasa (20/5/2014) di Balai Adat Melayu Riau.

Acara tersebut ditaja oleh bidang Pemberdayaan Perempuan LAM Riau dengan mengundang P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Provinsi Riau, Lembaga Konsultasi Kesehatan Keluarga (LK3), PKK Riau, Polda Riau dan Lapas Pekanbaru, Dinas Sosial Provinsi Riau, BKOW dan tokoh-tokoh melayu Riau.

Dikatakan Tennas, hampir semua pembicara memaparkan hal yang sangat mengiris perasaan ketika anak-anak menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. "Ini sangat mengiris perasaan kita sebagai orang tua (tetua) di negri ini," ujarnya.

"Kalau ini dibiarkan, siapa lagi yang bisa dipercaya untuk mendidik anak-anak, generasi muda harapan bangsa," ulas Tennas. Tennas tidak menyangka, di bumi melayu yang kental dengan nuansa islami ada peristiwa menjijikkan. Ia menganggap, segala sesuatu merupakan akibat dari sebab.

"Sebab ini perlu dikaji dengan mendalam," tegas Tennas.

Saat ini, kata Tennas, anak-anak melayu banyak yang kehilangan kasih sayang dari orang tua. Mereka terjebak pada pergaulan bebas dan lebih banyak berada di luar rumah. "Intensitas berkumpul bersama keluarga sangat sedikit, akibatnya mereka terjebak pada kehidupan bebas," ujarnya.

Faktor lain yang menyebabkan terjebaknya anak-anak pada dunia bebas, lanjut Tennas, tidak terlepas dari pengaruh internet. Dimana, saat ini anak-anak sangat mudah mengakses internet yang kadang kala tidak ada kontrol dari orang tua. "Seharusnya, orang tua tidak memberi peluang yang besar bagi anak-anak di ruang bebas," katanya.

Dihadapan seluruh pihak terkait, Tennas Effendi berharap adanya komitmen dan kesadaran bersama untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak yang seyogyanya harapan bangsa. "Mari kita satukan persepsi, untuk menyelamatkan generasi muda Riau," katanya.(san)