TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Semua yang telah kita upayakan semaksimalkan mungkin ternyata tidak selamanya berhasil sesuai apa yang telah direncakan, seperti Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) yang telah berjuang agar Negeri Sri Gemilang ini memiliki laboratorium sendiri, namun apa yang telah diperjuangkan pun gagal.

Meskipun anggaran telah ditetapkan pada penyusunan KUA PPAS sebelumnya, namun entah apa yang terjadi pada pengesahan APBD 2015 anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembangunan Laboratorium malah tidak diketahui kemana sirnanya.

''Jujur saja kami kecewa, padahal sudah diperjuangkan agar Inhil ini punya labor sendiri, tapi hasilnya apa,'' ujar Anggota Komisi III DPRD Inhil, Okta Hasanatan saat Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Lingkungan Hidup Inhil.

Dikatakan Politisi Partai Golongan Karya ini jika Negeri Seribu Parit ini punya laboratorium sendiri akan lebih mudah jika ada permasalahan, tidak perlu lagi jauh-jauh ke Ibukota Provinsi hanya untuk mengirim sampel seperti yang baru saja terjadi saat pencemaran sungai Indragiri.

''Padahal saya sudah berkhayal lo kita punya labor dan mesin penyuling sampah sendiri, Inhil jadi bersih dan asri tanpa sampah berserakan di mana-mana,'' ujar Okta.

Menanggapi hal itu, Kepala BLH Inhil, Encik Kamal Syahindra menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berusaha agar mendapatkan batuan dana baik dari APBN maupun APBD 1 sehingga meskipun tidak terwujud tahun ini pembangunan laboratorium bisa direalisasikan pada tahun depan.

''Jika ada yang mau diteliti kita kan bisa kirim sampel ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, mereka kan punya laborotorium, meskipun gagal tahun ini ya masih ada usaha lain yang bisa dilakukan,'' tutup Encik.(ayu)