
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Kelompok Tani Usaha Mandiri Tani telah berhasil mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif. Ini terbukti, ketika panen perdana di kebun cabai merah seluas satu hektar di Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Disampaikan Kepala Dinas Pertaninan Tanaman Pangan dan Holtikultural Kabupaten Pelalawan, Syah Fahlefi, panen perdana yang dilakukan, memperlihatkan betapa produktifnya lahan tidur yang telah berhasil diolahnya.
"Kelompok tani ini mampu mengelolah lahan tidur hingga menghasilkan pundi-pundi uang sampai ratusan juta. Usaha seperti ini perlu ditiru bagi kelompok usaha tani yang lain," ujar Syah Fahlefi, akhir pekan kemarin.
Dikatakan Syah Fahlefi selaku Kadistan, dirinya mengaku sangat bersyukur atas upaya yang dilakukan masyarakat petani dengan memanfaatkan lahan tidur. Kelompok tani ini dinilai telah berhasil menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif.
Syah Fahlefi juga mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan berkomitmen akan memberikan bantuan kepada petani yang berhasil mengelola lahan dan mampu mewujudkan dengan mengelolanya sampai menghasilkan.
"Kita sangat mendukung semua kelompok tani yang serius mengembangkan usahanya dalam mengelola tanaman sayur-sayuran. Karena mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, sebab saat ini dengan tingginya harga cabai merah tentu akan sangat menguntungkan petani," katanya.
Jumiran, selaku Ketua Kelompok Tani Usaha Mandiri Tani mengaku sangat beruntung, karena memiliki modal dasar berupa pengalaman bercocok tanam cabai merah dari kampung asalnya di Siantar, Sumatera utara yang kemudian diterapkan di Pangkalan Kerinci.
Dengan meminjam lahan masyarakat yang tidak dikelola, ditambah bantuan dari pemerintah membuat dirinya sangat maksimal dalam mengelola tanaman cabai milik kelompok taninya.
Diakui Jumiran, selama dua tahun menjadi petani cabai di Pangkalan Kerinci, ia mengaku jika hasil yang diperolehnya tidak sedikit. Dari hasil yang diterima setiap kali panen, apalagi jika harga cabai tinggi maka uang ratusan juta akan diperolehnya.
"Alhamdulillah, setiap kali panen jika harga tinggi selama semusim saja, itu bisa kita peroleh ratusan juta," tukasnya.(***)