JAKARTA - Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan dugaan penipuan terkait penayangan film 'Pesta Babi' terus berjalan. Penyidik saat ini fokus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi kunci.

Laporan polisi ini diajukan oleh tokoh perempuan adat asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta.

Polisi Belum Panggil Terlapor

Hingga kini, pihak kepolisian belum mengagendakan pemanggilan terhadap pihak terlapor. Polisi masih memperkuat dasar hukum perkara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan bahwa jajarannya masih bekerja di tahap awal.

"Masih proses, prosesnya masih berjalan. Kita belum sampai di sana," kata Iman Imanuddin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Verifikasi Bukti dan Konfirmasi Saksi

Penyidik tengah mencocokkan dokumen serta keterangan yang diserahkan oleh pelapor saat membuat pengaduan resmi.

Beberapa langkah taktis yang sedang berjalan di antaranya:

  • * Pemeriksaan Pelapor: Mendalami keterangan dari Mama Sinta mengenai kronologi penayangan tanpa izin.
  • * Klarifikasi Pihak Terkait: Melakukan konfirmasi kepada orang-orang yang mengetahui peristiwa di lapangan.
  • * Sektor Produksi: Memeriksa pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pembuatan film yang memuat wajah pelapor.

"Sampai dengan hari ini masih terus melakukan penyelidikan dengan melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak yang ada keterkaitan dengan apa yang disampaikan oleh Mama Sinta di dalam laporannya," jelas Iman Imanuddin.

"Begitupun juga terhadap pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan film di mana Mama Sinta terdapat di dalamnya," tambahnya.

Awal Mula Persoalan

Kasus ini mencuat setelah Mama Sinta resmi melapor ke Polda Metro Jaya pada 28 Mei lalu. Persoalan bermula pada 8 April 2026 ketika dirinya diajak oleh seorang pria bernama Tigor.

Saat itu, korban dibawa ke Susteran Maranatha-Waena di Jayapura. Sebagai masyarakat adat, korban mengira menghadiri acara tradisi potong babi yang nyata.

Namun, sesampainya di lokasi, wajahnya justru muncul dalam film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tanpa persetujuan sebelumnya, yang memicu rasa kecewa berat dan trauma psikologis bagi dirinya serta keluarga. ***