
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ratusan siswa MDA Muhakkikin Selatpanjang terlantar di tepi kolam jalan Merdeka, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Mereka tidak bisa belajar akibat penggusuran bangunan (kelas, red) oleh pihak masjid Al-Falah.
Herman, salah seorang guru yang mengajar di MDA Muhakkikin ketika ditemui GoRiau.com, Selasa (10/12/2013) siang mengatakan pihak masjid melakukan pelebaran bangunan. Akibatnya bangunan MDA yang sudah ada sejal 1974 dan saat ini menampung 270an siswa itu ikut dirobohkan.
"MDA digusur oleh pihak Masjid. Memang dulu pihak masjid sudah menginformasikan, namun solusi tidak diberikan. Saat penggusuran anak ini dipindahkan kemana itu yang tidak jelas. Pihak masjid tidak ada toleransi pada siswa," kata Herman.
Akibat penggusuran ini, sejak Sabtu kemarin aktivitas belajar mengajar terhenti total. Padahal menurut Herman, mereka telah minta ke pihak Masjid agar menunda penggusuran hingga siswa MDA ini selesai ujian.
"Besok (Rabu, red) anak-anak sudah harus ujian," kata Herman lagi.
Atas kejadian ini, pihak MDA telah melapor ke Polres Meranti. Malah menurut Herman, pihak Polres meminta pihak MDA melapor ke Bupati. Selain itu mereka juga melaporkan kejadian ini ke DPRD Meranti.
Herman juga mengungkapkan hasil pertemuan dengan Komisi III DPRD dan Kemenag (sebab MDA ini di bawah naungan kemenag), maka solusi yang diberikan untuk sementara waktu ini seluruh siswa yang akan ujian esok (Rabu, 11/12/2012, red) akan dititipkan ke MTsN Jalan Rumbia Selatpanjang.
Situasi seperti ini rupanya membuat kesal siswa. Seperti yang diakui Favel, siswa kelas 4, Ia mengaku kesal tidak bisa belajar karena esok Ia harus ikut ujian.
Pantauan GoRiau.com, sejak pukul 13.00 Wib terlihat siswa-siswa mulai memenuhi bangku-bangku yang tersedia di lokasi kolam. Kemudian beberapa guru juga terlihat datang untuk mengawasi anak-anak didiknya. Mereka sama sekali tidak melakukan aktivitas belajar mengajar. Siswa-siswa ini terlihat sibuk bermain.
Sebagai tambahan MDA yang sudah ada sejak 1974 itu menyatu dengan bangunan Masjid Al Falah. Ada 6 lokal, 3 lokal digusur akibat pelebaran Masjid, sementara 3 lainnya digunakan untuk menyimpan bangku-bangku dari lokal yang digusur itu.(zal)