PEKANBARU – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau mulai menunjukkan tren penurunan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau melaporkan bahwa titik api saat ini hanya tersisa di tiga wilayah, yang kini memasuki tahap pendinginan.

Tiga daerah yang masih dalam proses penanganan intensif tersebut adalah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, dan Pelalawan. Sementara itu, titik api di kabupaten dan kota lainnya di wilayah Bumi Lancang Kuning dilaporkan sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan di lapangan.

"Karhutla di Riau saat ini hanya tinggal proses pendinginan saja, yakni di Inhil, Bengkalis, dan Pelalawan. Sedangkan untuk wilayah lainnya sudah dilaporkan padam," ujar Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 10 kabupaten dan kota di Riau telah terdampak kebakaran lahan sepanjang awal tahun ini. Total luas lahan yang hangus terbakar mencapai 122,72 hektare. Wilayah yang terdampak meliputi Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Dumai, dan Pekanbaru.

Rincian luasan lahan yang terbakar di setiap daerah menunjukkan angka yang bervariasi. Kabupaten Bengkalis mencatat luasan terbesar mencapai 37,51 hektare, disusul Indragiri Hilir seluas 22 hektare, dan Pelalawan seluas 21 hektare.

"Hingga saat ini sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 122,72 hektare," jelas Edy.

Adapun rincian wilayah lainnya yakni Kota Dumai seluas 10,50 hektare, Pekanbaru 8,51 hektare, Kepulauan Meranti 7,70 hektare, Kampar 7,25 hektare, dan Siak 5,55 hektare. Sementara itu, wilayah Kuantan Singingi mencatat kebakaran seluas 1,50 hektare dan Indragiri Hulu seluas 1,20 hektare.

Selain luasan lahan, pantauan udara mendeteksi aktivitas panas yang cukup tinggi di awal tahun ini. Tercatat ditemukan sebanyak 378 hotspot atau titik panas di seluruh wilayah Riau, dengan jumlah fire spot atau titik api yang terkonfirmasi sebanyak 53 titik. Tim gabungan terus bersiaga untuk memastikan proses pendinginan berjalan maksimal agar api tidak kembali berkobar akibat cuaca kering. ***