SELATPANJANG - Sistem kelistrikan di Kecamatan Merbau dan Tasik Putri Puyu beroperasi dalam kondisi mengkhawatirkan dengan selisih daya hanya 0,1 Megawatt (MW). Kondisi rentan ini memicu pemadaman bergilir usai salah satu komponen mesin pembangkit mengalami kerusakan parah tertimpa pohon tumbang.

Fakta kritis tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin di Aula Kantor Camat Merbau, Selasa (2/6/2026). Kapasitas daya listrik saat ini hanya bertengger di angka 2,7 MW, sementara beban puncak kebutuhan warga menembus 2,6 MW.

"Akibat gangguan tersebut, kapasitas pasokan listrik berkurang sehingga diperlukan manajemen beban untuk menjaga sistem tetap berjalan," ungkap Kepala PLN Selatpanjang, Roni Saputra.

Suntikan Pembangkit Baru dari Pekanbaru

Situasi kelistrikan yang berada di ujung tanduk diperparah oleh absennya mesin cadangan dan usia pakai transformator yang sudah terlalu tua. Merespons krisis ini, PLN menyusun strategi penanganan teknis berskala besar demi mengamankan pasokan energi warga.

Berikut langkah darurat dan jangka panjang yang sedang dieksekusi PLN:

  • Instalasi Material Baru: Komponen pengganti telah didatangkan dari Medan dan langsung dipasang hari ini.
  • Suntikan Pembangkit: PLN mendatangkan empat unit pembangkit baru berkapasitas minimal 500 kilowatt (kW).
  • Relokasi Mesin: Salah satu unit mesin pembangkit cadangan tersebut akan segera ditempatkan di kawasan Mengkirau.

Kepala Desa Dedap, Mansyur dan Lurah Teluk Belitung, Masyuri sepakat bahwa peremajaan total tak bisa ditunda lagi. Mesin yang renta dinilai menjadi bom waktu yang bisa memadamkan total wilayah Merbau dan sekitarnya.

"Jika tidak ada kendala, mulai malam ini sistem akan kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman," jelas Roni memberikan jaminan pemulihan di hadapan pemerintah daerah dan warga. ***