KAMPAR – Penjabat (Pj) Bupati Kampar, Riau, Kamsol mengklaim berburu babi dapat meningkatkan produksi pertanian. Sejalan dengan program pemerintah di sektor pertanian.

Hal itu diungkapkan dalam pelepasan peserta kegiatan Berburu Babi yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-76 yang ditaja di Desa Bukit Ranah, Kecamatan Kampar, Minggu (12/6/2022).

"Kegiatan olahraga berburu babi sangat relevan dan sinergi dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian. Baik padi, jagung dan kedelai ataupun lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, olahraga ini memerangi hama babi yang merusak tanaman petani. Sehingga, kata dia, olahraga ini bukan sekedar menyalurkan hobi. Tetapi dapat membantu petani.

Di masa kepemimpinannya, Pemkab Kampar sedang berupaya mengangkat potensi padi dan beras. Ia berencana membuat merek padi Kampar dengan nama Ulu Kasok.

"100 hari jabatan Pj. Bupati, Kampar akan menghasilkan 100 ton beras dengan merek Ulu Kasok," katanya.

Ia mengaku baru dipanggil Presiden Joko Widodo untuk membahas ketahanan pangan.

"Beliau memerintahkan kepala daerah meningkatkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan," ujarnya.

Senada dikemukakan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Tabana Bangun. Melalui kegiatan ini, ia berharap membantu masyarakat memberantas hama babi. Kegiatan ini hasil kolaborasi antara Polda Riau dengan Persatuan Olahraga Berburu Babi (Porbi).

Pihak Porbi Riau yang hadir diwakili penasehatnya, Dr. Ahmad. Ia meminta dukungan dari Polda untuk mengembangkan Porbi di Riau. Kegiatan lomba itu dimulai dengan pelepasan anjing pemburu milik peserta. Lomba diikuti peserta dari berbagai daerah di Riau.***