BAGANSIAPIAPI - Raut wajah wakil Bupati Rokan Hilir, Jamiluddin terlihat kaget. Meski didampingi Kapolsek dan Camat Bagansinembah, ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Sambil melihat bangunan kayu yang berdiri sepanjang jalan lintas perbatasan Bagansinembah dengan Cikampak (Sumatera Utara), dia hanya bisa menghela nafas panjang.

''Saya pinta bangunan ini harus ditertibkan dan kalau perlu digusur. Makin lama warung remang-remang tumbuh menjamur,'' kata Jamiluddin usai melihat kondisi perbatasan Rohil dan Sumut didampingi Camat Bagan Sinembah, Sakinah SSTP, Camat Balai Jaya Samsuhir dan Danramil O3 Bagan Sinembah serta jajaran Polsek Bagan Sinembah, Jumat (27/1/2017).

Menurut Jamiluddin, selaku masyarakat Rokan Hilir, dirinya mengaku merasa malu dengan berdirinya warung remang-remang di deerah perbatasan. Apalagi, jika orang memasuki perbatasan Rokan Hilir, alunan lagu dangdut dan musik hingar bingar terdengar jelas memekak telinga bagi penumpang bus yang lewat maupun yang menggunakan kendaraan pribadi. Tambahan lagi, warung remang-remang tersebut dibangun tepat dipinggir jalan.

''Saya akan meminta camat untuk melakukan penertiban terutama warung remang-remang yang dibangun di perbatasan. Kita harus malu selaku warga Rohil apa lagi ini diperbatasan dan sering dilintasi warga luar daerah," katanya.

Sementara itu, Camat Bagan Sinembah Sakinah mengungkapkan, dirinya mempunyai rencana untuk menjadikan daerah perbatasan Bagan Sinembah - Cikampak sebagai sentra kuliner khas Rokan Hilir. Banyak produk yang bisa ditawarkan seperti ikan salai, terasi, kacang pukul dan lainnya.

''Semoga rencana ini bisa terlaksana dan nantinya warung remang-remang akan hilang dengan sendirinya,'' tuturnya. ***