
PEKANBARU - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau mengambil langkah cepat terkait persoalan kematian misterius bayi berusia 18 bulan yang diduga mengalami penganiayaan selama dititipkan di panti asuhan dengan mendatangi langsung Panti Asuhan Tunas Bangsa, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (27/1/2017) sore.
"Kami (Dinsos) langsung turun ke lokasi. Di sana kami hanya menemukan pak Idang dan dua orang anak. Sementara, anak-anak yang lainnya tidak ada," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Syarifuddin AR kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (27/1/2017) malam.
Dipaparkan Kadinsos Riau ini, Idang (pengelola panti) yang saat itu berada di panti asuhan terlihat linglung ketika didatangi tim Dinsos. Bahkan, ketika ditanya kemana pergi istri dan anak-anak panti asuhan yang lainnya, Idang terkesan menutup-nutupi.
"Kami tanya kemana istri dan anak lainnya, jawabnya macam-macam. Kami tunggu juga tidak kembali-kembali. Kami pun curiga karena data anak yang disampaikan kepada kami berbeda, katanya 12 anak tapi ada yang bilang 17 anak," urai Kadinsos Riau ini.
Alhasil, Dinsos pun lantas memboyong dua anak panti yang tersisa untuk dibawa ke rumah aman milik Dinsos Riau. Sementara, beberapa tim lainnya terus memantau keberadaan ibu panti (istri Idang) dan 10 anak lainnya.
"Dua anak yang ada ini kami bawa ke rumah aman Dinsos sembari menunggu proses hukum. Yang sepuluh lagi masih kami pantau. Sekaligus menyelidiki data valid anak-anak di panti tersebut," terang Syarifuddin.
Seperti diketahui, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau langsung menggelar pertemuan dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau untuk menindaklanjuti kematian misterius bayi berusia 18 bulan yang di Panti Asuhan Tunas Bangsa, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Sementara untuk mengecek status perizinan Panti Asuhan tersebut, Dinsos Riau berkoordinasi dengan Dinsos Kota Pekanbaru selaku pemegang kewenangan di wilayah Pekanbaru. ***