
TELUKKUANTAN - Keberadaan Tim Pengawal dan Pemangaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama Kepala Desa (Kades).
Seperti yang disampaikan Emil Harda, Ketua Forum Kades se-Kuansing saat Sosialisasi Dana Desa oleh TP4D Kejari Kuansing, Kamis (24/8/2017) pagi di Aula SMA Pintar Kuansing.
"Dengan pendampingan Kejari, pada 2016 Alhamdulillah tak satu pun kepala desa yang tersangkut masalah hukum," kata Emil.
"Tahun lalu kita dibangunkan jembatan emas oleh Pak Kajari melalui TP4D-nya dan tahun ini dibangunkan jembatan mutiara. Kita berharap, tak ada lagi Kades yang bermasalah dengan hukum," tambah Emil.
Binaan dari TP4D Kejari Kuansing lebih dirasakan lagi oleh kepala desa, sebab latar belakang pendidikan yang tak sama, tapi mampu menjalankan pemerintahan desa sebagaimana mestinya.
"Pendidikan Kades ada juga yang tamatan SMP, tapi mereka tetap bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Tentunya ini tak terlepas dari bantuan TP4D," ujar Emil.
Dikatakan Emil, dirinya dan kepala desa yang lain di Kuansing tidak takut lagi dalam menjalankan roda pemerintahan, terlebih dalam pengelolaan daan desa untuk pembangunan.
Sementara itu, Kajari Kuansing Jufri, SH, MH didampingi Kasi Intel yang juga Ketua TP4D Revendra, SH menyatakan bahwa kegiatan ino serentak dilakukan di seluruh Indonesia.
"Dengan sosialisasi ini, Pemdes bisa berjalan dengan baik tanpa takut menggunakan anggaran," kata Jufri di hadapan 340 orang yang terdiri dari Kades dan Ketua BPD.
"Apapun permasalahan di desa jangan segan berkoordinasi dengan TP4D. Agar jangan sampai Kades tersangkut korupsi," tegas Jufri.
Kegiatan sosialisasi dana desa dibuka langsung oleh Bupati Kuansing Mursini dan dihadiri pejabat teras di lingkungan Pemkab Kuansing. Sedangkan dari Kejari Kuansing hadir juga Kasi Pidsus Jhon Leonardo Hutagalung, SH dan Kasi Pidum Wahyu Hidayat SH serta jaksa fungsional lainnya.***