
JAKARTA – Dunia pers Indonesia kembali diselimuti duka mendalam. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari, sekitar pukul 00.05 WIB.
Almarhum yang wafat pada usia 53 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. Zulmansyah meninggal dunia akibat serangan jantung yang dialaminya.
Kabar duka ini dibenarkan oleh salah satu pengurus PWI Pusat, Novrizon Burman. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian sosok yang dikenal luas dan aktif di dunia jurnalistik tersebut.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Benar, beliau meninggal dunia dini hari tadi di RS Budi Kemuliaan akibat serangan jantung. Mohon maaf atas kesalahan almarhum, Al-Fatihah," ujar Novrizon.
Jenazah almarhum dijadwalkan diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kota Pekanbaru pada Sabtu siang ini. Setibanya di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Alamat rumah duka berada di Perumahan Sakinah Permai II Blok B No. 7, Jalan Purwodadi, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. Pihak keluarga dan warga sekitar juga telah mendirikan tenda untuk menyambut kedatangan jenazah.
Rencananya, setelah disemayamkan di rumah duka, almarhum akan dishalatkan di masjid sekitar kediaman sebelum dimakamkan di TPU Kartama. Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri keluarga, sahabat, serta insan pers dari berbagai daerah.
Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, juga mengonfirmasi kepulangan almarhum ke Pekanbaru. "Iya, bang Zul (Zulmansyah Sekedang, red) meninggal di Jakarta," katanya. Ia menambahkan bahwa almarhum akan dimakamkan di Pekanbaru. "Infonya dimakamkan di sini, di Pekanbaru," sambungnya.
Sementara itu, Sekretaris PWI Riau, Doni Dwi Putra, mengajak seluruh wartawan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Ia mengoordinasikan kehadiran rekan-rekan pers untuk menjemput jenazah di bandara sebagai bentuk solidaritas. "Mari bersama-sama kita tunaikan fardu kifayah untuk almarhum," ajaknya.
Kepergian Zulmansyah merupakan kehilangan besar bagi dunia jurnalistik nasional. Ia dikenal sebagai figur penting dalam proses rekonsiliasi internal PWI, terutama dalam kepengurusan "kabinet persatuan" yang dipimpin Akhmad Munir untuk periode 2025–2030, dimana ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal. Penunjukannya menjadi simbol kuat persatuan mengingat dinamika organisasi sebelumnya.
Zulmansyah Sekedang lahir di Banda Aceh pada 2 Juli 1972. Ia menempuh pendidikan perguruan tinggi di Universitas Riau. Ketertarikannya pada dunia jurnalistik sudah terlihat sejak mahasiswa dengan aktif di Surat Kabar Kampus Bahana Mahasiswa dan berbagai organisasi seperti Mapala Sakai, Senat Mahasiswa, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Karier profesionalnya terbilang cemerlang di industri media, pernah menduduki posisi strategis di media dibawah naungan Riau Pos Group (RPG) dan Jawa Pos Group. Jabatan penting yang pernah diembannya antara lain Direktur Utama Harian Sumut Pos, Komisaris Utama Posmetro Medan, Komisaris Rakyat Aceh, Komisaris Metro Siantar, Komisaris Pekanbaru Pos, hingga Direktur Utama dan Komisaris Riau Televisi (RTV).
Di bidang organisasi pers, kiprahnya sangat luas. Ia pernah menjabat Ketua Forum Pemimpin Redaksi Jawa Pos Group, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau, hingga Ketua Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau. Di PWI, ia pernah menjabat Ketua PWI Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027) sebelum akhirnya dipercaya di tingkat nasional.
Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Riau dan pernah memimpin Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Riau sebagai Ketua.
Semasa hidupnya, Zulmansyah dikenal sebagai sosok organisatoris yang tegas, vokal, dan berintegritas dalam menjaga marwah pers. Ia konsisten mendorong profesionalisme wartawan agar tetap berpegang pada etika jurnalistik ditengah tantangan era digital dan maraknya disinformasi. ***