
TANJUNGPINANG, GORIAU.COM - Diiringi hujan gerimis, bakal calon Gubernur Riau H Jon Erizal, SE, MBA, melakukan ziarah ke makam raja-raja di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Riau, Rabu (3/4/2013). Selain berziarah, putra kelahiran Bengkalis, Riau, itu juga melaksanakan sholat Ashar berjamaah dan sholat sunat di Mesjid Sultan Riau Penyengat.
Didampingi istri, Hj Rita Benny Latief dan rombongan, Jon Erizal memulai ziarah di makam Engku Putri Raja Hamidah, permaisuri Sultan Mahmudsyah III. Raja Hamidah yang bergelar Engku Putri adalah pemegang rengelia kerajaan (perangkat adat penobatan para sultan). Raja Hamidah juga pemegang hak atas Pulau Penyengat dan pengasas pulau tersebut. Sedangkan Sultan Mahmudsyah menguasai Pulau Lingga, Singkep, dan dimakamkan di sana.
Usai berziarah dan berdoa di samping makam Raja Hamidah, Jon Erizal melanjutkan ziarah di makam Raja Ali Haji, Pahlawan Nasional Bidang Bahasa Indonesia, yang posisinya satu kompleks dengan makam Raja Hamidah. Raja Ali Haji dikenal sebagai pengarang Gurindam Dua Belas yang sangat terkenal itu. Keturunan Sultan Riau Penyengat ini dinugerahi Pahlawan Nasional Bidang Bahasa Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden No. 089/TK/Tahun 2004 tanggal 5 November 2004.
Jon Erizal dan istri Hj Rita Benny Latief saat berdoa di makam Raja di Pulau Penyengat. Selanjutnya Jon Erizal dan rombongan berziarah ke makam Raja Haji Fisabilillah, Pahlawan Nasional dari Riau. Raja Haji yang memerintah sebagai Dipertuan Muda Riau 1777-1784 gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Raja Haji dikenal sebagai panglima perang yang gagah perkasa. Nama Raja Haji Fisabilillah sekarang ditabalkan sebagai nama Bandara Tanjungpinang.
Setelah itu Jon Erizal dan rombongan melaksanakan sholat Ashar berjamaah di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Usai sholat wajib, Jon Erizal melanjutkan sholat sunat. Mesjid Sultan ini dikenal sebagai mesjid yang unik dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Uniknya, mesjid ini dibangun dengan memakai putih telur sebagai pengganti semen. Telur dikumpulkan dari seluruh warga kerajaan. Walaupun sudah direnovasi, bentuk asli mesjid ini masih terlihat.
Jon Erizal merasa bahagia dapat berziarah ke makam raja-raja di Pulau Penyengat sekaligus sholat di Masjid Sultan Riau Penyengat. ''Saya berbahagia sekali dapat kesempatan berkunjung ke Penyengat. Sebagai warga masyarakat yang menghormati sejarah dan menghargai kebudayaan, kunjungan seperti ini perlu dilakukan. Banyak hikmah yang kita petik, diantaranya Bahasa Melayu Riau sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia,'' ujarnya. (rls)