PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejumlah keluhan disampaikan tokoh dan perwakilan masyarakat Kota Pekanbaru kepada Bakal Calon Gubernur Riau H. Jon Erizal, SE, MBA. Diantaranya, menyangkut masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Demikian terungkap dalam pertemu an silaturrahim Jon Erizal dan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dengan tokoh dan perwakilan masyarakat se Kota Pekanbaru di Pekanbaru, Rabu (27/3/2013).

Tokoh masyarakat Kecamatan Marpoyan Damai, Pak Ali menyatakan sekilas masyarakat Pekanbaru terlihat maju. Namun sejatinya tidak sedikit yang hidup di kelas ekonomi menengah ke bawah. Contohnya, seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai tukang cuci terpaksa memutus sekolah anaknya karena tak sanggup bayar SPP selama empat bulan. ''Ini kenyataan di lapangan,'' ujarnya.

Menurut Ali, kondisi ini menunjukkan rendahnya ekonomi masyarakat dan mahalnya biaya pendidikan. ‘’Saya berharap Pak Jon Erizal jika jadi Gubernur Riau nanti memperhatikan hal ini,'' ujarnya. Selain masalah ekonomi dan pendidikan, Ali juga mengungkapkan kondisi parit di Jalan Todak, Marpoyan damai, yang sampai sekarang tidak pernah diperbaiki.

Tokoh masyarakat Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Amir mengatakan kondisi ekonomi itu pula yang menyebabkan warga malas datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain susah secara ekonomi, mereka juga susah mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk Jamkesmas.

''Sebagai RT, saya pun sudah mengurus pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit,'' ujarnya.

Seorang tokoh perempuan dari Kulim mengatakan dirinya komit untuk memajukan pendidikan dengan mendirikan PAUD. Tapi, untuk mengurus izin saja, sangat sulit sekali. Begitu pula yang dihadapi Ibu Mirna Ritonga yang mengeluhkan pengelolaan Pasar Kerajinan dan Pujasera Jalan Arifin Achmad.

''Kita tak bisa berusaha karena tempat itu tidak ditata dengan baik, ditambah pula dengan kupu-kupu malam,'' katanya.

Jon Erizal sependapat dengan tokoh-tokoh masyarakat Pekanbaru yang menginginkan rendahnya biaya pendidikan, pelayanan kesehatan prima dan peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur desa dan kelurahan.

''Ini sesuai dengan visi dan misi saya yang akan menjadikan Riau maju dan agamis, cerdas, sehat, sejahtera dan berbudaya,'' ujarnya. (rls)