
PEKANBARU – Suasana Atrium Siak Mal SKA Pekanbaru tampak lebih ramai dari biasanya, Rabu (17/6/2026). Ratusan pencari kerja, didominasi generasi Z, memadati lokasi pembukaan Pekanbaru Job Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Tenaga Kerja.
Sejak pagi, para pencari kerja terlihat membawa map berisi dokumen lamaran dan curriculum vitae. Sebagian datang sendiri, sebagian lainnya berkelompok bersama teman kuliah maupun rekan sesama pencari kerja. Mereka bergantian mengunjungi stan perusahaan untuk mencari informasi sekaligus menyerahkan berkas lamaran.
Pekanbaru Job Fair 2026 digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2026. Sebanyak 40 perusahaan dari berbagai sektor usaha ambil bagian dengan menyediakan 1.289 lowongan kerja bagi lulusan SMA, SMK, diploma hingga sarjana.
Rina (23), salah seorang pencari kerja yang baru lulus dari perguruan tinggi di Pekanbaru, mengaku sengaja datang sejak hari pertama karena ingin memperoleh lebih banyak peluang.
"Kalau lewat aplikasi memang banyak lowongan, tapi di sini kita bisa langsung bertanya kepada HR mengenai posisi yang dibutuhkan. Jadi lebih jelas dan lebih yakin saat melamar," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Fikri (21), lulusan SMK yang tengah mencari pekerjaan pertama. Menurutnya, bursa kerja menjadi kesempatan untuk mengenal kebutuhan dunia kerja secara langsung.
"Saya datang karena banyak perusahaan sekaligus. Jadi bisa mencoba beberapa lowongan dalam satu tempat," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, sebelumnya menyebut tingginya minat masyarakat terhadap bursa kerja menjadi alasan pemerintah terus menghadirkan kegiatan serupa. Pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pencari kerja yang hadir mencapai ribuan orang. Karena itu, pihaknya menargetkan antusiasme yang sama bahkan lebih tinggi pada penyelenggaraan tahun ini.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan penyelenggaraan job fair merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan, khususnya bagi generasi muda.
Menurut Agung, banyak anak muda maupun orang tua yang selama ini menyampaikan harapan agar pemerintah membuka akses pekerjaan yang lebih luas. Karena itu, momentum Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru dimanfaatkan tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami tidak ingin anak-anak muda Pekanbaru kehilangan harapan dalam mencari pekerjaan. Pemerintah akan terus hadir dan berupaya membuka peluang seluas-luasnya agar mereka bisa berkarya, berpenghasilan, dan ikut membangun kota yang kita cintai ini," kata Agung.
Selain menyediakan ribuan lowongan kerja, panitia juga mendorong peserta untuk melakukan pendaftaran dan melengkapi profil secara daring sebelum datang ke lokasi. Langkah itu dilakukan untuk mempermudah proses pencocokan data antara pelamar dan perusahaan peserta.
Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, bursa kerja tersebut menjadi ruang pertemuan antara harapan dan peluang. Bagi banyak Gen Z yang memadati Mal SKA hari itu, job fair bukan sekadar ajang menyerahkan berkas lamaran, melainkan pintu awal untuk memulai karier dan menata masa depan. ***