RENGAT- Pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2015 tinggal menghitung hari. Guna mengantisipasi konflik saat Pilkada berlangsung, berbagai upaya pengamanan mulai dipersiapkan Kepolisian Resort (Polres) Inhu.

"Untuk pengamanan Pilkada, sedikitnya ada 455 personil polisi telah kita persiapkan. Personil itu disiagakan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang kita anggap rawan konflik," ujar Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo, Kamis (3/12/2015) di Rengat.

Dari 455 personil tersebut, 60 personil diturunkan dari BKO Polda Riau, 30 personil Brimob Polda Riau dan 365 personil Polres Inhu Inhu. Pengamanan Pilkada akan dilakukan dengan sistim Pola Aman, yaitu dua orang personil polisi menjaga pengamanan di lima TPS. Penjagaan di lima TPS itu juga dibantu oleh 10 personil Linmas.

Sedangkan untuk pengamanan yang dinilai jaraknya jauh dari Polsek terdekat, dua personil polisi disiagakan untuk dua TPS dan dibantu empat orang personil Linmas.

"Ada 68 TPS yang kita anggap rawan, sehingga dilakukan pengamanan oleh 68 personil polisi. Sedangkan untuk lokasi titik rawan II yakni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rengat di Pematang Reba dan RSU, masing-masing dijaga dua orang personil polisi dibantu oleh empat personil Linmas," tutupnya.

Tidak hanya Polres Inhu, untuk membantu pengamanan Pilkada tersebut, Dandim 0302 Inhu juga menurunkan 170 personil.

"Jika terjadi huru hara yang menyebabkan mengganggu pelaksanaan Pilkada, maka kita akan turunkan seluruh personil untuk pengamanan. Jika masih dibutuhkan, kita akan minta bantuan ke Korem 031 Wira Bima. Namun demikian, kita berharap agar Pilkada ini berjalan dengan aman dan tertib," tegas Dandim 0302 Inhu Letkol Art Edison Sinabutar.***