BANTAN, GORIAU.COM - Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan di kawasan pesisir, perlu dikembangkan formula baru bernilai ekonomis. Salah satunya adalah pengembangan budidaya kepiting di kolam. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis selaku leading sektornya diminta membuat formulanya.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah berdasarkan hasil reses yang dilakukannya ke Kecamatan Bantan, Senin (29/4/2013). DKP diminta membuat program khusus untuk pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir untuk pengembangan budidaya kepiting yang diyakini bernilai ekonomis.

''Selama ini nelayan di Bantan kesulitan menangkap ikan pada masa pancaroba. Pada saat berkunjung ke Kecamatan Bantan, saya melihat potensi budidaya perikanan cukup besar, seperti di desa Jangkang dan Pambang. Disana dapat dikembangkan budidaya kepiting dalam skala menengah dengan melibatkan partisipasi langsung masyarakat nelayan,'' terang Jamal, Senin (29/4/2013).

Politisi muda PKS ini juga berharap ada pembinaan berkesinambungan dalam peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya metode-metode baru yang dapat dikembangkan. Dari hasil pertemuan dengan masyarakat nelayan di Jangkang dan Pambang, ada keinginan untuk membudidayakan kepiting dalam skala menengah.

Selaku Ketua DPRD, ia optimis apabila dilakukan budidaya kepiting bisa berdampak ekonomi kepada kalangan nelayan yang selama ini masih menangkap ikan secara tradisional. Untuk itu akan mencoba mengusulkan program budidaya kepiting tersebut pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bengkalis ke depannya.

''Kita akan coba masukan budidaya kepiting ini dalam program pengembangan sektor perikanan. Apalagi selama ini bantuan alat tangkap kepada nelayan-nelayan tradisional masih terbatas, tidak merata di berbagai tempat, sehingga harus ada pola baru dan kontiniu,'' harap Jamal. (jfk)