PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Sudah hampir setahun, Jembatan Timbang yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras tak berfungsi. Akibatnya, jalan mulus yang belum lama diperbaiki mulai hancur kembali.

"Kalau jembatan timbang berfungsi, Jalintim tetap juga rusak, namun setidaknya bisa diminimalisir," ujar Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Kabupaten Pelalawan T Ridwan Mustafa, Selasa (14/4/2015).

Dibeberkan T Ridwan, berbagai jenis kendaraan mulai dari tonase kecil hingga kendaraan bertonase tinggi bebas berlalu lalang menggunakan jalan negara tersebut.

Lanjutnya, banyak kendaraan bermuatan kayu balak sebagai bahan baku pulp diduga menjadi salah satu penyebab makin parahnya kerusakan Jalintim di Pelalawan.

"Tidak berfungsinya jembatan timbang, jelas membuat leluasa kendaraan bertonase tinggi melintas di Jalintim Pelalawan dan berdampak makin cepat hancur jalan," terangnya.

Menurut Kadishub, untuk menyelamatkan fasilitas jalan umum itu, dengan memfungsikan kembali jembatan timbang serta bertindak tegas terhadap semua pelanggaran.

"Belum ada kepastian kapan difungsikan lagi. Itu bukan wewenang daerah, tapi Pemprov," ujarnya.

Padahal, imbuh Kadishub, kelas Jlintim Pelalawan, paling kelas III A untuk kendaraan paling berat 6 ton dengan panjang kendaraan 8,9 meter.

"Tapi ironisnya semua jenis kendaraan mulai kelas III, II hingga kendaraan kelas I pun memanfaatkan jalan ini. Akibatnya memang tak bisa dihindarkan, kerusakan makin parah," tandasnya.(***)