SELATPANJANG - Warga simpang Jalan Teladan - Banglas Selatpanjang mulai mengeluh atas aktivitas buang sampah yang dilakoni warga sekitar menjelang tengah malam. Bau yang dihasilkan sampah begitu menyengat dan membuat warga mulai mengeluh.

Keluhan tesebut sebagaimana disampaikan Akiong, salah satu warga yang tinggal di Jalan Teladan Selatpanjang, persimpangan dengan Jalan Banglas. "Tolonglah Pak, bau betul. Tidak sanggup tiap malam mencium bau sampah itu," kata Akiong saat mengadu ke Komisi B DPRD Kepulauan Meranti ketika melakukan kunjungan kerja, Selasa (17/1/2017).

Diceritakan Akiong, dulunya memang simpang Teladan - Banglas ada tong sampah besar. Namun, tong itu sekarang sudah tidak di sana, lantaran Jalan Teladan sudah dibangun menggunakan hotmix (sudah siap awal tahun 2017, red).

Namun, kebiasaan membuang sampah oleh warga setempat masih berlangsung. Kata Akiong, warga mulai membuang sampah pukul 22.00 WIB hingga tengah malam. Menjelang ada petugas kebersihan memungutnya, selama itu pula warga sekitar harus menghirup bau busuk dari sampah rumah tangga ini.

Komisi B DPRD Kepulauan Meranti yang waktu itu hadir Dedi Putra SHI, Darwin Susandi, Muzakir, dan Taufiek mendengar langsung keluhan warga.

Wakil rakyat ini berjanji akan kembali berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menghentikan aktivitas buang sampah di Jalan Teladan. Selain itu, dinas terkait juga diminta meletakkan spanduk imbauan di lokasi tersebut.

"Kemarin sudah kita kasih tau. Tapi, nanti kita terus komunikasikan dengan mereka. Kita juga minta pasangkan spanduk imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah di Jalan Teladan," kata Dedi Putra SHI, Ketua Komisi B DPRD Kepulauan Meranti.

Pantauan GoRiau, meski sudah siang jelang sore hari masih ada beberapa bungkus sampah rumah tangga yang dibuang warga di Jalan Teladan. Padahal, sudah ada larangan yang ditulis dan digantung di pagar rumah warga. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini