SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ruas jalan Banglas dan Jalan Dorak Selatpanjang, akhir-akhir ini mulai berdebu akibat tanam timbun yang diangkut tercecer dari mobil (pengangkut tanah, red). Akibatnya, pengguna jalan mulai terganggu dengan kondisi saat ini.


"Mulai berdebu jalannya. Kalau turun hujan licin bang, mengerikan," kata Rudian ketika ditemui di Jalan Banglas, Senin (4/5/2015).
Atas kondisi ini, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi pun menyadari dampak pembangunan yang sedang dilaksanakan. Kata Irwan, saat ini Pemda Meranti memang sedang melakukan peningkatan jalan Perumbi yang bakal menjadi jalan utama, yang ditargetkan sebelum bulan puasa jalan itu sudah rata dan lebar. Begitu juga jalan Pramuka dan jalan Pemuda Setia.
"Terkadang dampak pembangunan memang menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya pengguna jalan dan masyarakat yang lahannya terkena imbas pelebaran jalan," kata H Irwan.
Untuk itu Irwan meminta, bagi masyarakat yang terganggu diharap memaklumi begitu juga bagi masyarakat yang lahannya terkena dampak pelebaran untuk mengiklaskan.
"Terhadap masyarakat yang terganggu akibat adanya perbaikan jalan, saya minta dimaklumi dan jika ada tanah masyarakat yang terkena pelebaran agar dapat diikhlaskan, ini semua agar kota semakin terbuka, masyarakat yang tinggal semakan tenang dan nyaman," ucap Irwan seraya mengingatkan Kades untuk memberikan pengarahan pada masyarakat.
"Saya harapkan Desa Banglas dan Alah Air Timur bisa berkembang sangat cepat, serta menjadi pemukiman yang nyaman, karena pembangunan yang dilaksnakan bukan untuk pemerintah tepi tak lain untuk masyarakat banglas sendiri," tambah Irwan.(zal)