
PEKANBARU – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menerapkan metode konstruksi khusus pada pembangunan Jembatan Siak yang menjadi bagian dari proyek Tol Lingkar Pekanbaru. Langkah ini diambil untuk memastikan kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai tetap terjaga selama proses pembangunan.
Metode yang digunakan adalah balance cantilever, yakni teknik pembangunan jembatan tanpa menggunakan pilar penyangga di tengah atau di bawah aliran sungai. Dengan cara ini, struktur jembatan menumpu pada pilar di tepi sungai, sehingga tidak ada gangguan fisik terhadap arus air maupun biota yang ada di dalamnya.
Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya mengungkapkan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi landasan utama dalam proyek strategis nasional ini. Perusahaan berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan perlindungan alam.
"Kami berkomitmen tidak hanya menghasilkan konstruksi berkualitas, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan," jelas Aditya, Selasa (3/2/2026).
Selain inovasi pada struktur jembatan, HKI juga melakukan upaya konservasi vegetasi di sepanjang jalur proyek. Pohon-pohon yang terdampak tidak langsung ditebang, melainkan dipindahkan dengan cara dicabut untuk kemudian ditanam kembali sebagai bagian dari ruang hijau tol di masa depan.
Penerapan teknologi ramah lingkungan ini diharapkan menjadi standar baru dalam pembangunan infrastruktur di Riau. Selain aspek fungsi sebagai sarana transportasi, jembatan ini juga dirancang untuk memiliki ketahanan jangka panjang terhadap tantangan alam. ***