
PEKANBARU - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dianugerahi penghargaan Industry Marketing Champion 2026 untuk kategori Basic Materials. Apresiasi ini diserahkan dalam ajang Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 garapan MarkPlus Inc yang berlangsung di Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).
RAPP terpilih melalui proses penilaian independen yang mengukur sejumlah indikator kinerja perusahaan. Penilaian tersebut mencakup kepemimpinan organisasi, strategi bisnis, inovasi pemasaran, hingga implementasi prinsip tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG) dalam operasional bisnis.
Direktur PT RAPP, Mulia Nauli menyambut positif pengakuan dari lembaga independen tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan representasi dari kerja keras seluruh elemen perusahaan dan para pemangku kepentingan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada MarkPlus atas penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, memperkuat daya saing, serta menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan dunia usaha," urainya.
Mulia menekankan bahwa keberlanjutan adalah fondasi utama strategi bisnis RAPP. Setiap langkah ekspansi usaha selalu diselaraskan dengan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini tecermin melalui komitmen operasional One to One, yakni menjaga rasio keseimbangan antara satu hektare kawasan tanaman industri dengan area konservasi seluas satu hektare.
"Komitmen tersebut diperkuat melalui target APRIL2030 yang berfokus mencapai emisi nol bersih, melindungi dan merestorasi alam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan inklusif," tambahnya.
Gelaran IMF 2026 yang mengusung tema Winning the Competition in the Age of AI ini diselenggarakan di tujuh kota besar di Indonesia. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah diskusi bagi pelaku industri terkait adaptasi teknologi di tengah perubahan dinamika pasar.
Founder & Chairman MCorp, Hermawan Kartajaya menyoroti pergeseran fungsi pemasaran yang kini menjadi penentu utama kelangsungan bisnis, bukan lagi sekadar instrumen pengenalan merek.
"Marketing adalah strategi memenangkan persaingan. Di era AI, tantangannya semakin besar karena perilaku pelanggan terus berubah. Membangun sebuah brand agar tetap relevan kini jauh lebih menantang," jelasnya.
Kehadiran festival pemasaran ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau, Trisiana Anum Sari memberikan dukungan atas terselenggaranya IMF 2026 di Pekanbaru.
Pemanfaatan kecerdasan buatan dan transformasi digital, menurut Trisiana, memegang peran sentral dalam mendongkrak daya saing ekonomi daerah. Ia berharap perusahaan yang menerima penghargaan dapat menjadi motor penggerak bagi sektor usaha lainnya.
"Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, daerah, dan bangsa," tutupnya. ***