BENGKALIS - Penanggung jawab Kejurda Road Race Bengkalis 2019, Chairul Afrizal didampingi Ketua IMI Korwil Bengkalis Windi Trisnawan dan sejumlah pengurus KONI Kabupaten Bengkalis menyatakan, insiden jatuhnya pembalap yang menyebabkan korban jiwa di pihak penonton, sangat disayangkan.

"Kami tidak menginginkan kecelakaan ini terjadi, apalagi sampai mengorbankan penonton. Kami sebagai penanggung jawab penyelenggara akan terus berkoordinasi dan bertanggung jawab kepada pihak keluarga. Kami tidak akan lepas tangan kami penyelenggara dan Korwil IMI akan bahu membahu. Intinya kami tidak lepas dari tanggung jawab. Kami tadi sudah ke rumah duka dan bertemu pihak keluarga sebagai rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi ini," ungkap Chairul.

Lebih lanjut menurut pria yang akrab disapa Yul ini, arena yang disiapkan untuk Kejurda in sudah sesuai dengan standar dan syarat yang harus dipenuhi. Sebelum pelaksanaan balapan, arena juga sudah melalui proses pemeriksaan oleh tim dari IMI Korwil Riau.

"Arena sudah sesuai dengan standar, kita ada dari provinsi yang datang langsung di lapangan untuk mengatur trek arena. Sangat sulit dibendung jika ada penonton yang menyusup masuk dari belakang. Dan khusus kepada penonton yang berada berdekatan dengan trek yang rawan seperti ditikungan sudah diperingatkan berkali-kali dan meminta bantuan pihak kepolisian agar turun tangan," terangnya.

Ads
Apakah korban mempunyai tiket atau tidak, pihak penyelenggara akan mengabaikan hal itu. Pihaknya akan terus berkomunikasi dan koordinasi dengan pihak keluarga. "Kami sekali lagi mengucapkan turut berbela sungkawa dan mohon maaf kepada keluarga korban. Kami tidak lepas tangan dan akan bertanggung jawab," katanya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penonton bernama Muhammad Syukur (21) meninggal dunia karena dihantam motor salah seorang pembalap yang terjatuh karena bersenggolan dengan sesama pembalap saat di tikungan. Sementara pembalap yang jatuh tersebut mengalami luka.

Dari video yang beredar di Youtbue, peristiwa itu terjadi menjelang tikungan di depan Kantor Diskominfotik Kabupaten Bengkalis. Korban yang mengenakan baju merah terpental saat dihamtam motor pembalap yang terjatuh. Saking kerasnya, pembatas sirkuit dan pagar Kantor Dinas Kominfotik Bengkalis jebol.***