
JAKARTA, GORIAU.COM - Hasil monitoring terhadap 10 stasiun televisi yang menayangkan iklan kampanye, ternyata mencatatkan Partai Hanura sebagai pembelanja iklan terbesar dengan angka Rp 70 mliliar sedangkan terkecil dicatat oleh Partai Bulan Bintang, sekitar Rp 400 juta.
Berdasarkan hasil riset SIGI KACA PARIWARA, perusahaan data mining yang mengelola brand Adstensity.com yang dikirim kepada GoRiau.com, Kamis (10/4/2014), setelah Hanura, pembelanja iklan televisi terbesar kedua adalah Partai Demokrat dengan angka Rp 56,8 miliar, disusul PAN Rp 43,8 miliar, Golkar Rp 39,8 miliar, PDIP Rp 33,5 miliar, Nasdem Rp 33,2 miliar, Gerindra Rp 26,4 miliar, PKB Rp 20,6 miliar, PPP Rp 9,6 miliar, PKS Rp 4,9 miliar, PKPI Rp 3,17 miliar, PBB Rp 400 juta
''Kami menghitung frekuensi tayang setiap iklan dan mengkombinasikannya dengan harga komersial tayangan iklan per-stasiun TV berdasarkan data published rate yang tertera berikut open discount yang disertakan masing-masing Stasiun TV. Ada 10 stasiun TV yang kami monitor selama 24 jam sehari,'' ujarnya.
Dan hasil yang kami dapat, tambahnya, selama periode masa kampanye terbuka tersebut ada 107 variasi tema TVC kampanye yang dilansir oleh 12 parpol peserta pemilu. Partai Gerindra menjadi partai yang paling banyak membuat variasi iklan TVC, dengan 19 tema TVC, disusul Demokrat dengan 14 tema TVC dan kemudian Golkar dengan 13 tema TVC. Sementara PBB menjadi parpol yang paling sedikit membuat variasi tema, hanya 1 tema TVC.
Sementara itu , dari jumlah frekuensi tayang, iklan-iklan kampanye milik Partai Hanura menjadi yang paling aktif, dengan total jumlah tayangan iklan mencapai 2.489 kali tayang. Sementara PBB menjadi partai yang paling sedikit beriklan di televisi. Tercatat hanya 5 kali TVC PBB tayang di televisi. Berikut data yang kami rangkum:
Banyaknya tayangan iklan-iklan kampanye parpol di televisi ini, berbanding lurus dengan besar dana yang dikeluarkan untuk mengongkosi iklan-iklan tersebut. Namun perhitungan tidak memasukkan unsur non-teknis. ''Di sini, kami mengabaikan adanya afiliasi beberapa parpol terhadap beberapa stasiun televisi,'' kata Direktur Sigi Kaca Pariwara, Sapto Anggoro.
Hasilnya, valuasi yang diperoleh berdasarkan perhitungan iklan-iklan tersebut per-parpol; Hanura menjadi partai yang paling royal membelanjakan uang, senilai total Rp 70,501,000,000.00. Sementara partai yang paling irit mengeluarkan uang adalah PBB dengan pengeluaran hanya Rp 400,000,000.
Yang menarik, agaknya tiga parpol yang secara kasat mata aktif mengeluarkan iklan ''berbau'' politik jauh-jauh hari, yakni Golkar dan Gerindra, nampaknya tidak terlalu ngotot untuk membanjiri masa kampanye terbuka dengan tayangan iklan kampanye. Total pengeluaran mereka hanya; Golkar sebanyak Rp 39,884,500,000.00 dan Gerindra sebanyak Rp 26,490,900,000.00.
Tak urung, masa kampanye terbuka kemarin juga memberi penghasilan lumayan bagi para stasiun TV. ''Jika semua belanja iklan dikalkulasi, Total ada sekitar Rp 340 miliar lebih yang dibelanjakan parpol untuk industri televisi. Itu belum termasuk nilai produksi dari pembuatan iklan masing-masing,'' ujar Sapto Anggoro.
Sosok Jokowi dan Kampanye Hitam
Namun, dalam masa kampanye terbuka kemarin juga ada kejadian menarik. Muncul sebuah tayangan iklan dengan tema 'Menagih Janji Jokowi untuk Tetap Memimpin Jakarta 5 Tahun.' Menariknya, siapa pemasang iklan ini tak pernah diketahui. Karena isinya, iklan ini sempat dikritisi publik sebagai bentuk kampanye hitam.
''Iklan ini dalam catatan kami, sempat muncul di 3 stasiun TV yakni RCTI (31 kali tayang), MNC TV (21 kali tayang) dan Metro TV (3 kali tayang). Iklan ini muncul perdana pada tanggal 22 Maret 2014 dan terakhir 2 April 2014,'' jelasnya.
Jokowi yang menjadi sasaran dalam kampanye tersebut adalah calon presiden dari PDIP. Menariknya, meski telah ditasbihkan sebagai capres, PDIP tidak sedari awal mengusung sosok Jokowi dalam materi iklan kampanyenya. Justru yang dimunculkan PDIP di awal masa kampanye adalah tema 'Indonesia Hebat.'
Sosok Jokowi dalam iklan kampanye PDIP baru dimunculkan pada 2 hari terakhir menjelang penutupan masa kampanye terbuka, yakni tanggal 3 Maret 2014. Ada 3 tema yang dilansir PDIP yakni; Mandat Megawati, Jokowi Maju - Indonesia Hebat, Membangun Indonesia Hebat. Ketiganya hanya tayang 178 kali. ''Ini hanya 13,6% dari seluruh tayangan iklan PDIP di televisi pada masa kampanye lalu,'' tutup Sapto Anggoro. (rls)