PEKANBARU, GORIAU.COM - Antisipasi datangnya musim kemarau pada awal tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, baik pusat, daerah hingga perusahaan-perusahaan lokal.

Tahun lalu, Februari-Maret merupakan musibah terbesar bagi Riau menghadapi kabut asap serta kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, tahun ini perlu dilakukan antisipasi atau pencegahan secara serius.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menyampikan pesan kepada perusahaan agar hati-hati dalam menyikapi karhutla di Riau.

"Kita akan tindak lanjuti bersama perusahaan-perusahaan yang ada di Riau. Kita akan mengingatkan mereka untuk berhati-hati soal karhutla," kata Plt Gubernur Riau.

Presiden RI Ir Joko Widodo melalui Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dan menanggulangi karhutla sedini mungkin.

"Kita juga akan lakukan pertemuan bersama perusahaan dengan mengundang ahli gambut dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Badan Meterologi dan Geo Fisika (BMKG) untuk mencermati kondisi cuaca Riau," sambung Plt Gubernur Riau.

Disinggung soal ketegasan pemprov kepada perusahaan yang tidak patuh kepada aksi kepatuhan Karhutla di Riau, dirinya menyatakan kalau masalah tersebut sebetulnya sudah ada dipaparkan di dalam perizinan yang harus dijalankan.

"Jadi perusahaan perkebunan juga wajib mengikuti audit kepatuhan itu Dan kita juga akan sampaikan kepada mereka soal hasil kepatuhan terakhir," ujarnya.***