PENGALAMAN panjang selama 27 tahun di sektor minyak dan gas bumi akhirnya mengantarkan Robi Junipa menduduki kursi kepemimpinan di perusahaan daerah, PT Bumi Siak Pusako. Pria lulusan Sarjana Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung ini resmi terpilih menjadi Direktur PT BSP menggantikan Plt Direktur, Raihan, Kamis (21/5/2026).

Robi memulai pengalaman profesionalnya di perusahaan energi multinasional asal Italia kurun 1998 hingga 2004. Langkahnya kemudian berlanjut ke Firefild Indonesia rentang 2005 hingga 2006. Karier pria kelahiran Tembilahan, Juni 1976 ini semakin matang saat bergabung dengan PT Chevron Pacific Indonesia sebagai ahli geologi dan geofisika sejak 2006 hingga 2021.

Pasca alih kelola Blok Rokan, Senin (9/8/2021), ia meneruskan pengabdian di PT Pertamina Hulu Rokan dengan jabatan Pengawas Uji Sumur Produksi dan Operasi. Kemampuannya terbukti lewat keberhasilan mengoptimalkan produksi lebih dari 1.500 sumur di kawasan Minas dan Kotabatak-Petapahan.

Kapasitas teknis dan manajerial tersebut menjadi dasar kuat saat ia bersaing dalam seleksi pimpinan Badan Usaha Milik Daerah migas yang saham mayoritasnya digenggam Pemerintah Kabupaten Siak. Melalui rapat akhir tim panitia seleksi di Hotel Premier Pekanbaru, Robi berhasil menyisihkan sembilan pelamar lain sejak pendaftaran bergulir awal April lalu.

Ketua Tim Panitia Seleksi, Heriyanto, SH menyebut penetapan kandidat didasarkan pada asesmen independen PPM Manajemen Jakarta dan dua tahap wawancara mendalam. "Hari ini kami umumkan bahwa Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas memilih Robi Junipa untuk menjadi Direktur BSP. Sebagaimana kita ketahui keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan yang sangat mendalam dan proses yang panjang. Selanjutnya nanti keputusan ini akan dibawa ke rapat umum pemegang saham," jelasnya.

Kompetensi Robi turut divalidasi langsung oleh sejumlah otoritas terkait. Pendalaman visi misi dilakukan secara komprehensif oleh Bupati Siak, Afni, Z didampingi Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau, Dr Evenri Sihombing, SE dan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.

"Nilai dari PPM hanya meloloskan dua orang yang direkomendasikan. Keduanya memiliki rekam jejak yang baik. Setelah didalami dalam proses wawancara dengan Bupati Siak bersama Kepala BPKP dan Kepala SKK Migas, Robi secara konsisten mendapatkan penilaian tertinggi," urainya.

Proses panjang ini mencerminkan komitmen transparansi jajaran pemegang saham. "Meskipun Bupati Siak memiliki hak mutlak untuk memilih siapa yang memimpin BSP. Kepala daerah tetap meminta pendapat dari kepala BPKP dan SKK Migas sebagai bentuk komitmen transparansi. Ternyata rekomendasi keduanya sama dengan keyakinan Bupati setelah mendengar paparan Robi dan Muttaqin dalam proses wawancara. Bahwa Robi lebih unggul, dengan pengalaman, visi misi terukur dan dinilai layak memimpin BSP," paparnya.

Sementara itu, Bupati Siak, Afni, Z menegaskan penunjukan tersebut murni bertumpu pada keunggulan kompetitif guna mengakselerasi performa perusahaan. "Prosesnya panjang dan kita mencari yang terbaik dari yang baik. Robi Junipa dipilih karena keunggulan kompetitif yang ia miliki. Kita butuh akselerasi cepat untuk performa BSP ke depan," tegasnya.

Keputusan ini dipastikan berpegang teguh pada instrumen negara demi perbaikan tata kelola tata kelola korporasi. "Pilihan menjatuhkan restu pada Robi ini tidak asal pilih. Selain melalui lembaga PPM yang kredibel, keputusan ini sangat sejalan dengan rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh Kepala BPKP dan juga SKK Migas," tutupnya. ***