
BAGANSIAPIAPI – Misteri penemuan kerangka manusia di semak-semak Jalan Nuansa, Kelurahan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir akhirnya terungkap. Identitas jenazah diketahui bernama Yusneli (64), seorang perempuan yang telah dilaporkan hilang sejak Januari 2025.
Penemuan kerangka itu terjadi Senin (18/8/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Ketua RT setempat, Suhardi, segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Merespons cepat laporan tersebut, Kapolsek Bagan Senembah, AKP Bonardo Purba, langsung menurunkan Tim Unit Reskrim ke lokasi.
Dari tempat kejadian perkara, polisi mengamankan tengkorak manusia yang masih disertai celana panjang berwarna putih. Tak butuh waktu lama, Unit Reskrim Polsek Bagan Senembah mencocokkan temuan ini dengan laporan orang hilang yang masuk pada awal tahun.
"Begitu menerima laporan warga, tim kami langsung mengamankan lokasi dan barang-barang yang ditemukan. Kemudian kami cocokkan dengan data orang hilang yang dilaporkan Januari lalu," jelas AKP Bonardo Purba, Rabu (20/8/2025).
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, termasuk visum luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada kerangka tersebut. Barang bukti yang ditemukan turut membantu proses identifikasi, termasuk pencocokan dengan laporan kehilangan atas nama Yusneli.
"Kami hubungi pihak keluarga untuk mengidentifikasi. Hasilnya menguatkan bahwa kerangka itu adalah Yusneli, yang saat dilaporkan hilang disebut mengalami kepikunan," ujarnya.
Kepastian ini juga dibenarkan oleh keluarga. Nur Asni, adik kandung Yusneli, mengaku tidak ingin dilakukan autopsi dan memilih agar proses pemakaman segera dilakukan sesuai syariat.
“Dengan ditemukan kerangka kakak saya, maka terjawab sudah laporan orang hilang yang kami buat delapan bulan lalu,” terang Nur Asni kepada wartawan.
Ia juga mengungkap bahwa semasa hidup, kakaknya sering lupa jalan pulang karena mengidap pikun. Bahkan sebelumnya Yusneli pernah ditemukan di pinggir jalan dan dibawa pulang warga.
“Bulan Januari kemarin dia pergi tanpa diketahui. Kami cari ke mana-mana tapi tidak ketemu, sampai akhirnya ditemukan sudah jadi kerangka,” ucapnya lirih. ***