
PEKANBARU, GORIAU.COM - Seratusan guru honorer kategori dua (K2) melakukan aksi damai ke Kantor Gubernur Riau untuk menuntut agar mereka yang tidak lulus pada tes waktu lalu agar mengangkat mereka jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Jumat (28/2/2014).
Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tenaga Honorer K2 Provinsi Riau menyampaikan bahwa kondisi yang ada di Riau saat ini, dimana rata-rata tenaga honorer sudah berusia hingga 45 tahun ke atas.
Aksi yang dimotori oleh Sahran Sitonga ini menyebutkan bahwa hasil tes CPNS waktu lalu dinilai tidak cukup untuk menentukan nasib mereka. "Kami sudah mengabdi rata-rata 10 tahun, namun hanya dengan tes satu hari tersebut tidak dapat mengukur apa yang telah kami berikan selama ini," kata Sahran.
Mereka hanya menginginkan agar diangkat menjadi CPNS. Karena pengabdian mereka selama ini tidak bisa diukur hanya dengan tes satu hari itu saja.
Aksi damai tersebut disambut Asisten III Setdaprov Riau, Hardy Djamaluddin bersama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Surya Maulana, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Riau, Chairul Riski dan sejumlah pejabat di Lingkungan Pemprov Riau lainnya.
"Kita akan terus memperjuangkan nasib para honorer K2 kita ini. Karena saat ini juga tengah berlangsung pembahasan terkait nasib para honorer K2 seluruh Indonesia di Jakarta," kata Hardy.
Dirinya berharap agar seluruh honorer K2 ini bisa tetap bekerja seperti biasanya tanpa ada aksi damai yang dilakukan di luar. "Kita minta tetap sabar dan jika ada aksi harus secara damai," harap Hardy.
Dijelaskannya, khusus untuk Riau, sudah 41 persen dari total honorer K2 yang lulus, sementara sisanya 59 persen akan tetap diperjuangkan ke pusat. "Pusat juga memikirikan hal ini, bagaimana nasib honorer K2 ini bisa diperjuangkan," tuturnya.
Aksi sendiri berlangsung tertib tanpa ada kegaduhan yang berlangsung sekitar 10-15 menit. Kemudian mereka melanjutkan aksi damai ke DPRD Provinsi Riau.***