BENGKALIS, GORIAU.COM - Titik persoalan keterlambatan pembayaran honor guru madrasah selama ini, akhirnya terjawab sudah. Penyatuan mata anggaran antara honor dan dana operasional madrasah dinilai menjadi biangnya. Ke depan, kedua mata anggaran akan dipisah.

Hal itu terungkap dalam hearing yang digelar Komisi IV DPRD Bengkalis dengan Kantor Kementerian Agama Bengkalis, Dinas Pendidikan dan Bagian Keuangan Setdakab, Senin (26/11/2012). Hearing dipimpin Ketua Komisi IV, Sofyan, Wakil Ketua Rismayeni, H Arwan, H Fidel Fuadi, H Hendri dan Abdul Halim.Dari Kantor Kementerian Agama dihadiri langsung Kepala Kemenag H Jumari, Kabag TU H Nasrun, H Khambarialdi serta Bendahara Kemenag. Sementara dari Bagian Keuangan dihadiri Kabag H Azrafiayani dan Sekretaris Disdik Hj Erna.Dipaparkan Sofyan, dari hearing tersebut terungkap bahwa keterlambatan pembayaran honor madrasah disebabkan mata anggaran untuk honor dengan operasional selama ini disatukan. “Untuk SPj honor guru tak jadi persoalan, tapi untuk SPj operasional sekolah memang sering terlambat karena penggunaan dana operasional tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, tidak bisa langsung habis,” ujar Sofyan.Untuk tahun 2013, papar  Sofyan, dana bantuan untuk madrasah (honor dan dana operasional) mata anggarannya akan dipisahkan. Mudah-mudahan dengan formulasi ini menjadi solusi tepat atas keterlambatan yang terjadi selama ini.Terkait honor guru madrasah yang belum dibayarkan selama 5 bulan, kata Sofyan lagi, sesuai apa yang disampaikan Kabag Keuangan Setkab Bengkalis, direncanakan dalam minggu ini sudah bisa dibayarkan. Sedangkan untuk triwulan IV akan dibayarkan akhir Desember. Soal kemungkinan SPj belum diserahkann oleh sekolah, tetap bisa dibayarkan dengan syarat Kepala Kemenag membuat surat pernyataan akan mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut.Tidak hanya menyangkut honor guru madrasah, dalam waktu dekat juga akan dibayarkan dana operasional TK/RA selama satu tahun serta honor sejumlah guru swasta non pemda, terutama guru-guru yayasan.“Ini bagian dari komitmen kita untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan di Bengkalis ini. Mudah-mudahan ke depan kita tidak lagi mendengar ada honor guru yang belum dibayar hingga sekian bulan,” timpal Wakil Ketua Komisi IV, Rismayeni. (jfk)