RUPAT, GORIAU.COM - Pekerjaan sejumlah proyek fisik di Pulau Rupat yang telah dianggarkan tahun 2012 dinilai mengecewakan. Tidak hanya kualitas proyek yang terkesan asal-asalan, tetapi ada juga proyek yang sudah diumumkan pemenangnya, juga belum dikerjakan sama sekali.
Seperti disampaikan anggota DPRD Bengkalis asal Rupat, Misliadi, Senin (26/11/2012), realisasi proyek di wilayah ini boleh dikatakan jalan di tempat, tidak ada peningkatan signifikan dari tahun 2011. Malahan tahun ini diprediksi jumlah proyek yang terbengkalai di Rupat lebih banyak dibanding tahun lalu.“Sangat mengecewakan realisasi proyek baik itu jalan maupun jembatan di Pulau Rupat tahun ini. Selain mepetnya waktu, rekanan yang mengerjakan kegiatan fisik yang mayoritas berada di Dinas Bina Marga dan Pengairan juga asal-asalan. Bahkan ada kegiatan yang tidak dikerjakan sama sekali,” ujar putra asli Rupat ini.Dicontohkan politisi PKB ini, seperti pengerjaan konstruksi jembatan Sungai Terkul dan jembatan Sungai Kapal yang tidak dikerjakan sama sekali. Kemudian proyek jembatan Sungai Kuiseng Desa Tanjung Medang juga diperkirakan terbengkalai, sama dengan jembatan di Sungai Raya.Di samping jembatan, papar Misliadi , pengerjaan sejumlah jalan poros antar desa juga bakal terbengkalai. Seperti peningkatan jalan dari Desa Hutan Panjang, Kecamatan Rupat menuju Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara dan peningkatan jalan dari Desa Teluk Rhu ke Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara. Juga sejumlah proyek peningkatan jalan di bawah Rp1 miliar, banyak yang bakal bermasalah.“Ini harus menjadi perhatian sekaligus catatan bagi Dinas BMP. Selain itu kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) agar selektif dalam menetapkan pemenang lelang, jangan ada unsur KKN karena dampaknya pada masyarakat. Di sini peran ULP sangat penting karena proses lelang proyek berada ditangan mereka,dimana penetapan pemenang lelang tahun 2012 untuk Dinas BMP di Pokja 1 ULP amburadul,” ujar Sekretaris Komisi II ini.Di samping itu, tambah Misliadi, apabila dikemudian hari terjadi permasalahan proyek, tidak hanya di Rupat, pihak ULP juga harus menjadi pihak yang bertanggungjawab.Selain itu Dinas BMP juga dituntut pro aktif mengawasi kegiatan proyek di lapangan, jangan lepas tangan begitu saja.Kepala Dinas BMP, Muhammad Nasir ketika dikonfirmasi terkait adanya proyek yang sudah ditunjuk pemenangnya namun tidak dikerjakan turut membenarkan. Yakni paket pembangunan jembatan Sungai Terkul, dimana direktur perusahaannya meninggal dunia. Sedangkan untuk peningkatan jalan ataupun jembatan, menurut Kadis saat ini rekanan masih bekerja.“Memang ada rekanan yang menyatakan mundur dari pekerjaan dengan berbagai alasan. Untuk jembatan Sungai Terkul terpaksa kita luncurkan tahun 2013, sedangkan pekerjaan pembangunan jembatan yang lainnya masih dalam pekerjaan konstruksi,” jelas Mantan Kadis PU Indragiri Hilir seraya optimis proyek peningkatan jalan Hutan Panjang-Titi Akar dan Teluk Rhu-Tanjung Punak bakal tuntas dikerjakan akhir tahun anggaran. (jfk)