
LAMPUNG – Pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi Pulau Sumatera terus menunjukkan tren positif. Perkembangan ini membuka peluang besar untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi bisnis antarwilayah yang lebih kuat.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, saat mengikuti kunjungan kerja reses bersama sejumlah mitra kementerian, Kamis (23/4/2026). Pertemuan ini turut dihadiri Gubernur Lampung, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah kepala daerah tingkat kabupaten dan kota.
"Hari ini kita melihat Lampung tidak lagi hanya sebagai pintu masuk Sumatera, tetapi mulai bertransformasi menjadi episentrum ekonomi, termasuk menuju pengembangan green industry," ujar Hendry Munief usai acara.
Transformasi tersebut terlihat dari pelaksanaan berbagai program strategis, salah satunya hilirisasi industri yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Langkah ini dinilai sangat krusial agar sumber daya alam tidak sekadar dijual dalam bentuk bahan mentah.
"Kita melihat bagaimana program hilirisasi mulai berjalan. Ini penting agar hasil daerah tidak langsung dikirim begitu saja, tetapi memiliki nilai tambah," jelasnya.
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) juga mendapat sorotan karena mampu memberikan kontribusi hingga 11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung. Potensi ini diyakini akan bergerak semakin optimal saat proyek Bakauheni Harbour City, Kawasan Industri Lampung, hingga Tol Trans Sumatera beroperasi secara penuh.
"Kita melihat pertumbuhan Pulau Sumatera ini dari ujung ke ujung makin bagus. Seperti kita di Provinsi Riau ekonomi terus stabil. Dan kita juga mengupayakan adanya kolaborasi ekonomi antarprovinsi di Pulau Sumatera. Nanti kita coba diskusikan dengan teman-teman DPR dan kepala daerah. Ini bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera," urainya.
Kerja sama lintas wilayah ini terus didorong agar fokus pada sektor ketahanan pangan, perdagangan, pariwisata, dan hilirisasi industri. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi, menjaga rantai pasok, serta mengendalikan inflasi daerah.
"Provinsi di Pulau Sumatera ini punya kelebihan masing-masing, tinggal ini kita sinergikan. Maka kita harapkan kemandirian ekonomi terjalin sehingga segala persoalan sektor usaha bisa teratasi," papar Hendry.
Kunjungan kerja ini juga diisi dengan diskusi bersama mitra kementerian, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta pelaku UMKM untuk mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Hendry menilai sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan DPR RI menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya di sektor industri serta ekonomi kreatif. ***