
JAKARTA – Helikopter PK-RGH tipe BK117-D3 milik Estindo Air mengalami kecelakaan tragis di kawasan hutan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Senin (1/9/2025). Pesawat yang tengah mengangkut delapan penumpang menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah, itu dinyatakan hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas.
Helikopter berangkat dari Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru, pukul 08.46 Wita. Namun, delapan menit kemudian, pesawat kehilangan komunikasi dengan pusat navigasi udara AirNav Indonesia. Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan resmi pukul 12.02 Wita dan langsung mengaktifkan status tanggap darurat.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin bersama Deputi Operasi Basarnas membentuk sejumlah posko untuk operasi pencarian. Tim gabungan melibatkan personel darat dan udara, menyisir area seluas 100 nautical miles persegi di sekitar Air Terjun Mandin Damar.
Pencarian Diperluas
Lima tim Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan. Dua SRU udara menggunakan helikopter AW-119 MK II KOALA/PK-USM dan EC135 T3H/PK-AMM untuk pencarian dengan pola paralel dan sektoral, sementara tiga SRU darat dengan 80 personel menyusuri hutan Mentewe.
Petunjuk penting muncul setelah sinyal ponsel salah satu korban terdeteksi. Pesan singkat yang dikirim menyebut mereka dalam kondisi kritis. Data itu mengarahkan tim SAR ke koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E. Kesaksian warga yang melihat helikopter melintas rendah memperkuat perkiraan lokasi.
Pada Rabu siang, helikopter ditemukan sekitar 700 meter dari titik koordinat terakhir. Evakuasi berlangsung penuh tantangan akibat medan berat dan cuaca buruk, membutuhkan waktu lebih dari 30 jam. Seluruh delapan penumpang ditemukan meninggal dunia, sebagian dalam kondisi sulit dikenali karena dampak ledakan.
Identifikasi Korban dan Investigasi
Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Tiga korban warga negara asing berhasil diidentifikasi lebih cepat, sementara lima korban WNI memerlukan uji DNA. Di antara korban terdapat Kapten Haryanto Tahir dan teknisi Hendra Darmawan yang tercatat sebagai bagian tim perusahaan kehutanan.
Tim KNKT berhasil menemukan black box helikopter. Alat ini diharapkan memberi jawaban atas penyebab kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi agar insiden serupa tidak terulang. ***