BENGKALIS, GORIAU.COM - Saat ini di Riau hanya ada satu industri galangan kapal yang masih eksis, yaitu Bengkalis Marine Fiber yang berada di Kelapapati, Bengkalis. Terkait rencana mengembangkan industri ini ke depan, Azemi selaku pengelola Bengkalis Marine Fiber diundang untuk melakukan presentasi di Universitas Riau, Kamis (17/7/2014).

Presentasi ini nantinya akan dihadiri dan dinilai oleh tim dari Kementerian Riset dan Teknologi dan anggota DRN Komtek TIK dari PT INTI. Di samping dari Universitas Riau dan Politeknik Negeri Bengkalis, satu-satunya perguruan tinggi di Riau yang memiliki jurusan teknik perkapalan.

Azemi selaku pengelola Bengkalis Marine Fiber membenarkan kalau dirinya diundang untuk melakukan presentasi di Unri, Kamis (17/7) lusa. Dipaparkan Azemi, pihak Unri memang sudah beberapa kali melakukan survei ke Bengkalis Marine Fiber terkait rencana pengembangan industri perkapalan di Riau. Unri bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi dan Politeknik Negeri Bengkalis.

''Informasi yang saya dapat dari pihak Unri, dari Kementerian Riset dan Teknologi akan dihadiri Wayan Budiastra selaku Staf Ahli Menristek Bidang Transportasi dan TIK yang juga Dosen Fateta IPB. Kemudian anggota DRN Komtek TIK dari PT INTI, Ir. Said Firman,'' ujar alumni Politeknik Bengkalis ini.

Menurut Azemi, industri galangan kapal cukup prospek dikembangkan di Riau, baik itu kapal fiber maupun kapal baja. Apalagi di Riau hanya ada satu galangan kapal, yakni Bengkalis Marine Fiber yang masih skala kecil, sehingga belum mampu untuk memenuhi kebutuhan industri perkapalan skala besar.

Terpisah, Ketua Kadin Bengkalis, Masuri. selaku pembina Bengkalis Marine Fiber, menyambut baik diundangnya Azemi untuk melakukan presentasi di hadapan Kementerian Riset dan Teknologi. Ia sangat berharap presentasi Azemi ini dapat penilaian positif dari Kemenristek sehingga di Riau nantinya bisa dibangun industri galangan kapal yang lebih mumpuni lagi.

''Saya apresiasi diundangnya Azemi mewakili galangan kapal Bengkalis Marine Fiber untuk menyampaikan presentase di hadapan Kemenristek. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk mengangkat industri unggulan di daerah,'' ujar Masuri.(jfk)