
DUMAI, GORIAU.COM - Heboh atas temuan pria lanjut usia (Lansia) bernama Misgiman (70) warga kelahiran Pekanbaru, yang tewas gantung diri dikediamannya murni mengakhiri hidupnya sendiri akibat gangguan psikologis.
kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan, saat dikonfirmasi GoRiau.com Senin (27/1/2014) melalui Kasat Reskrim AKP Wisnu Wibowo diujung telfon mengungkapkan, hasil visum RSUD Dumai membuktikan bahwa dari luka dan kondisi jenazah korban tidak ada tanda-tanda kekerasan melainkan akibat jeratan tali pada bagian leher hingga berdampak kepada telinga dan hidung yeng mengeluarkan darah.
"Sementara ini dari visum pihak RSUD korban murni gantung diri, karena tidak ada tanda-tanda kekerasa apapun dari tubuh korban yang mengarah kepada tindakan kriminal lainnya," ungkap kasat.
Ditambahkan AKP Wisnu, korban meninggalkan selembar surat. Dari isi surat tersebut, korban mengaku enggan untuk hidup menanggung beban. Adapun isi surat yang ditemukan berisikan,"Dari pada hidup menanggung beban lebih baik gantung diri agar dikubur secara Islami, 12.00 Wib, Minggu (26/1/2014),".
"Saat ditemukan, kondisi korban tergantung pada sisi belakang rumah bagian dapur dengan keadaan tergantung menggunakan tali jalin yang biasa digunakan untuk pengikat jemuran. Dugaan sementara korban nekad mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi yang dialaminya. hal itu juga didukung bukti surat yang ditemukan dari lokasi korban mengakhiri hidupnya," tambah kasat.
Lanjut Kasat, korban diketahui sudah 3 bulan tinggal bersama keponakannya, sejauh ini korban mengalami gangguan psikologis akibat beban ekonomi dan keluarga yang dideritanya.
"Kita akan terus minta keterangan untuk mengetahui sebab kenapa korban nekad mengakhiri hidupnya baik dari keluarga korban maupun tetangga sekitar kediaman korban," tandas AKP Wisnu.(egy)