JAKARTA - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menegaskan pihaknya bersama KBRI Malaysia akan segera mengurus pemulangan 33 jenazah WNI yang saat ini masih tertahan di Kuala lumpur.

Benny mengemukakan hal itu saat menjawab pengaduan dari pengurus Ikatan Keluarga Malaysia (IKMA) Malaysia, Jamal Al Fateh dalam diskusi virtual yang digelar HOME Singapura, Minggu.

"Tidak hanya Jenazah PMI, tapi termasuk PMI yang sakit atau PMI yang dideportasi yang masuk kategori PMI bermasalah, secara otomatis penanganannya dalam kendali penuh BP2MI, yang harus diantar hingga ke daerah asal,” kata Benny.

Untuk hari ini kata Benny, akan ada 9 jenazah yang akan tiba di Indonesia. "Ya hari ini ada 9 jenazah yang akan kita pulangkan," ujar Benny, Jumat (19/6/2020).

BP2MI kata Benny, tidak hanya memfasilitasi penjemputan jenazah dari Malaysia saja. Tapi lanjut Dia, BP2MI juga akan memfasilitasi pemulangan 4 jenazah tersebut hingga sampai ke kampung halaman. "Kita akan berikan pelayanan terbaik, sebagai wujud negara hadir untuk masyarakat," tegasnya.

Fasilitasi dari BP2MI itu kata Benny, termasuk mobil ambulan yang akan didampingi petugas dari BP2MI hingga ke kampung halamannya.

"Tidak hanya sampai kabupatennya atau kecamatannya, tapi akan diantar petugas BP2MI sampai ke rumah keluarganya dan tidak boleh mengeluarkan biaya sepeser pun," ujar pria asal Sulawesi Utara tersebut.

Untuk proses pemulangan 33 jenasah PMI dari Malaysia, kata Benny, adalah kewenangan KBRI Malaysia yang difasilitasi BP2MI dan akan dilaksanakan bertahap dengan rincian sebagai berikut:

1. Pada hari Jumat (19/06/2020) akan tiba di Jakarta sebanyak 9 jenazah.
2. Pada hari Sabtu (20/6/2020) akan tiba di Surabaya sebanyak 4 jenazah.
3. Pada hari Minggu (21/06/20) akan tiba di Jakarta sebanyak 5 jenazah.
4. Pada hari Selasa (23/06/20) akan tiba di Surabaya sebanyak 5 jenzah.
5. Pada hari Kamis (25/06/20) akan tiba di Jakarta sebanyak 5 jenazah.
6. Pada hari Sabtu (27/06/2020) akan tiba di Surabaya sebanyak 5 jenazah.

Untuk proses pemulangan 9 PMI dari Jakarta ke Surabaya, Jawa Timur kata Benny, BP2MI juga mendapat bantuan 4 unit ambulan dari Dompet Duafa. "Alhamdulillah, Dompet Duafa bersedia membantu. Saat ini sudah stanbay di Bandara," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 33 Jenazah Pekerja Migran Indonesia yang juga Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Kuala Lumpur karena kendala penerbangan akibat pandemi Covid-19 segera diterbangkan ke sejumlah daerah tujuan di Tanah Air.***