PADANG - Kenaikan harga sejumlah suku cadang sepeda motor kian mencekik pelaku usaha bengkel dan pengendara di Kota Padang, Sumatera Barat. Komponen seperti ban dan oli menjadi barang yang mengalami lonjakan harga paling tinggi belakangan ini.

Pemilik bengkel sepeda motor di Kota Padang, Ari membenarkan bahwa hampir seluruh suku cadang mengalami kenaikan. Lonjakan ini langsung berdampak pada membengkaknya biaya perawatan kendaraan masyarakat.

"Misalnya ban naik sekitar 10 persen, dari rata-rata Rp240 ribu menjadi Rp 260 ribu. Kalau harga oli matic yang sebelumnya sekitar Rp55 ribu sekarang Rp80 ribu," ungkap Pemilik bengkel sepeda motor di Kota Padang, Ari, Sabtu (13/6/2026).

Omset Bengkel Menurun

Kondisi harga yang melambung tinggi ini langsung memukul aktivitas usaha bengkel. Jumlah pelanggan yang datang untuk sekadar servis atau mengganti komponen kendaraan merosot tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Omset berkurang, biasanya ramai, sekarang sepi," tambah Ari.

Meski kunjungan pelanggan sepi, ketersediaan stok suku cadang di bengkel miliknya dipastikan masih dalam kondisi aman dan tercukupi.

Beban Berat Pengemudi Ojol

Dampak kenaikan harga ini juga menghantam keras para pekerja di jalan raya. Pengemudi ojek online di Kota Padang, Naldo merasakan langsung lonjakan biaya operasional kendaraannya.

"Yang pertama terasa itu oli sama ban motor. Kalau oli biasanya dari Rp50 ribu sampai Rp80 ribu," urai Pengemudi ojek online di Kota Padang, Naldo.

Kondisi ini semakin memberatkan karena penggantian oli wajib dilakukan dua kali dalam sebulan. Hal ini tidak bisa dihindari lantaran motor digunakan setiap hari untuk bekerja mencari penumpang. Naldo berharap harga suku cadang dapat segera kembali stabil sehingga biaya perawatan terjangkau bagi masyarakat kecil. ***