PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Harga karet di Rokan Hulu, khususnya Kecamatan Rambah terpuruk. Sejumlah petani karet pun merintih, pasalnya selain anjloknya harga petani juga dicemaskan dampak musim kemarau sehingga getah tak banyak keluar ketika disadap.

Warga Rambah Tengah Barat (RTB)-Kaiti, Isfen (40), mengatakan turunnya harga getah mencapai 70 persen, disamping harga sudah merosot ditambah cuaca panas, sehingga air getah pun sedikit keluar, karena cepat kering.

''Kata orang sih, karena hari raya Imlek, makanya harga getah turun, sebab yang punya pabrik itu rata-rata orang China, jadi saat hari raya pabrik tutup,'' sebut Isfen, Minggu (2/2/2014) petang.

Keluhan lainnya, diutarakan warga Rambah Tengah Hulu (RTH) Pawan, Abdul Daulay. Menurutnya, biasanya menjual harga getah Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu perkilogram namun dua pekan terakhir hanya Rp 7.000 sampai Rp 10.000 perkilogram.

"Khususnya, pekan ini paling parah hanya Rp 7.000 perkilogram. Tadi sore, saya bingung, sudah pendapatan sedikit, malah harga jual juga turun, kalau tak dijual tak dapat beli beras, tak tahu lagi mau bilang apa pak,'' kata Abdul.

Ketika ditanya solusinya supaya kebutuhannya bisa terpenuhi, Abdul yang beranak lima ini menjawab, mungkin hanya bisa menambah hutang di warung. Disamping kalau bisa meminta pertolongan dari pemerintah supaya menstabilkan harga getah agar masyarakat tidak terlilit hutang.

''Kalau sempat satu pekan lagi, tak tahu lagi pak, mungkin hutang sudah dimana-mana, belum lagi anak sekolah mau ujian, les dan lainnya, ya kalau tak bisa lagi terpaksa berhenti, hanya tuhanlah yang tahu itu pak," pungkas Abdul. (srt)