DUMAI, GORIAU.COM - Kenaikan harga elpiji 12 Kg yang kembali ditetapkan oleh Pertamina selaku penyalur gas elpiji, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai melakukan rapat dengan sejumlah agen dan pangkalan yang ada di Dumai, Senin (6/1/2014) kemarin. Dalam rapat tersebut ditetapkan harga eceran tertinggi (HET) gas Elpigi 12 Kg ditetapkan sebesar Rp110.000 pertabungnya.
 

Dikeluarkannya pengumuman harga terbaru oleh Pertamina terhadap gas elpigi 12 kg usai melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah pusat yang dibawah harga sebelumnya, Disperindag kota Dumai mengundang sejumlah agen dan pangkalan elpiji yang ada di kota Dumai untuk melakukan rapat.


Dalam undangan rapat tersebut bertujuan untuk menyatukan visi dan menjual gas kepada masyarakat Dumai, dihadiri hampir seluruh agen dan pangkalan gas yang ada di Dumai. Rapat ini sempat berjalan alot dengan tarik ulur harga yang dilakukan oleh agen dan pangkalan bersama dengan Disperindag guna menentukan harga tertinggi gas non subsidi tersebut.


Setelah beberapa jam melakukan rapat akhirnya sejumlah pihak agen dan pangkalan setuju untuk menjual gas bertabung 12 Kg tersebut dengan harga tertinggi sebesar Rp110 ribu tiap tabungnya ditingkat pangkalan yang langsung mengecer dengan masyarakat.


"Rapat ini kita lakukan sebagai upaya penetapan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 12 Kg di Kota Dumai pasca pengumuman kedua harga tabung gas non subsidi oleh pihak Pertamina. Dalam Rapat ini kita mengundang agen dan pangkalan elpiji yang ada di Kota Dumai," ujar Plt Kepala Dinas Perindustrian dan perdaganagn Zulkarnaen kepada GoRiau.com.


Dalam rapat juga menyimpulkan untuk untuk menyurati jendral minyak dan gas kementrian energi dan sumberdaya dan mineral untuk penanambahan kuota gas elpiji 3 kg dari 4080 tabung menjadi 10.554 tabung mulai tahun 2014 sesuai dengan kebutuhan masyarakat Dumai saat ini.


"Selain itu Disperindag juga meminta kepada Pertamina persero, pemasaran cabang Pekanbaru untuk melakukan pengawasan dan monitoring ketingkat agen dan pangkalan di daerah Kota Dumai agar pendistribusian gas elpiji tepat sasaran dan tidak menimbulkan adanya kelangkaan dari sejumlah pihak yang bermain," pungkasnya.(egy)