PEKANBARU - Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) kembali menerbitkan keputusan rotasi bagi sejumlah perwira menengah di daerah. Untuk wilayah Kepolisian Daerah (Polda) Riau, penyegaran kepemimpinan menyasar pejabat pada satuan pengawasan internal dan tim khusus antiteror.

Pergeseran penugasan tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP/2026 tertanggal 2 November 2026]. Pembaruan struktur ini diinstruksikan langsung kepada para perwira terkait untuk segera melaksanakan tugas di jabatan yang baru.

Berdasarkan telegram kepolisian tersebut, kursi pengawasan pada Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Riau juga mengalami pergantian. Kombes Pol Andre Sukendar, SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda Riau ditarik ke Mabes Polri.

Ia mendapatkan amanah baru untuk mengemban tugas sebagai Auditor Itwil I pada Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri 17]. Kekosongan posisi strategis di Itwasda Polda Riau tersebut selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Dr Zulanda, SIK MSi.

Sebelum mendapat promosi jabatan ke wilayah hukum Riau, AKBP Zulanda menempati posisi sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabagdalpers) pada Biro Sumber Daya Manusia (RO SDM) Polda Sulawesi Selatan.

Pergantian Komando Densus 88 Wilayah Riau

Selain fungsi pengawasan internal, perombakan kepolisian kali ini juga menyentuh sektor penanganan terorisme di wilayah Riau. Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Riau Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri resmi berganti komando.

Kombes Pol Sunadi, SIK MH yang selama ini memimpin satuan khusus tersebut dipindahtugaskan ke Ibu Kota. Ia diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasatgaswil DKI Jakarta Densus 88 Antiteror Polri.

Sebagai penerus estafet kepemimpinan pengamanan terorisme di Riau, Mabes Polri menunjuk Kombes Pol I Wayan Bayuna, SIK MSi. Sebelum menerima surat penugasan baru ini, ia bertugas mengomandoi tim antiteror sebagai Kasatgaswil Bengkulu Densus 88 Antiteror Polri.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan putusan terbaru tersebut, pergantian posisi ini juga menyentuh jabatan Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Riau dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuantan Singingi (Kuansing).

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP/2026 tertanggal 2 November 2026. Dokumen pergeseran ratusan perwira ini ditandatangani langsung oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), Irjen Pol Deni Dharmapala atas nama Kapolri.

Dalam surat telegram tersebut, Karolog Polda Riau, Kombes Pol Imran Amir, SIK MH mendapat promosi jabatan. Ia dipercaya mengemban tugas baru memimpin kepolisian kota besar sebagai Kapolrestabes Bandung di bawah naungan Polda Jawa Barat.

Posisi Karolog Polda Riau yang ditinggalkannya akan diisi oleh Kombes Pol Muhammad Budi Ariyanto, SIK MH. Sebelum ditunjuk bertugas di Riau, Muhammad Budi Ariyanto mengabdi sebagai Peneliti Ilmu Kepolisian Madya Tingkat II di Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri.

Pergantian Pucuk Pimpinan Polres KuansingSelain tingkat pejabat utama, penyegaran komando juga terjadi di wilayah hukum Kabupaten Kuantan Singingi. Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, SH SIK MH ditarik bertugas ke Mabes Polri. Ia mendapat amanah baru sebagai Wakil Kepala Detasemen (Wakaden) A Biro Pengamanan Internal (Ropaminal) Divpropam Polri.

Tongkat komando pelayan masyarakat di Polres Kuansing selanjutnya diserahkan kepada AKBP Rooy Noor, SIK MH. Rooy Noor sendiri bukan sosok asing di lingkungan Polda Riau, karena sebelumnya ia bertugas sebagai Kepala Subdirektorat (Kasubdit) 3 pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Para perwira kepolisian yang masuk dalam daftar mutasi diminta segera menyiapkan diri untuk melaksanakan tugas di tempat baru. Mabes Polri memberikan instruksi agar proses serah terima jabatan diselesaikan paling lambat 14 hari terhitung sejak keputusan mutasi ini ditetapkan. (wpb)