
JAKARTA - Kerumunan warga di pasar dekat kamp pengungsian Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah berubah menjadi lokasi maut Jumat (17/7/2026). Serangan Israel menghantam area publik tersebut dan meninggalkan puluhan korban jiwa maupun luka.
Pihak Kompleks Medis Al-Awda mengonfirmasi bahwa delapan orang meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Selain itu, 20 warga lainnya menderita luka-luka akibat terkena serpihan ledakan dan reruntuhan bangunan.
"Delapan korban tewas dan 20 korban luka segera dievakuasi ke Kompleks Medis Al-Awda setelah serangan Israel menghantam sebuah pasar di dekat kamp Nuseirat," urainya melalui keterangan resmi.
Insiden ini menambah catatan jatuhnya korban sipil di tengah berjalannya kesepakatan gencatan senjata. Sebelumnya, kesepakatan damai tahap pertama usulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah disetujui 9 Oktober 2025 dengan mediasi dari Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, militer Israel telah menarik pasukannya ke 'Garis Kuning'. Kendati demikian, mereka tetap memegang kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.
Otoritas Palestina mencatat bahwa gencatan senjata tersebut belum memberikan stabilitas keamanan bagi warga sipil. Tercatat lebih dari 1.000 warga Palestina meninggal dan sekitar 3.200 lainnya terluka semenjak aturan damai tersebut diberlakukan.
Secara keseluruhan, konflik yang bermula 7 Oktober 2023 ini telah memakan korban jiwa melampaui angka 73.000 orang. Sementara itu, angka korban luka tercatat menembus 173.000 jiwa dengan berbagai tingkat keparahan medis. ***