
BENGKALIS, GORIAU.COM - Dalam upaya membangun agribisnis dan mingkatkan agropreneurship, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar Seminar Nasional Agribisnis menghadirkan narasumber Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc, Dirjen Planologi Kehutanan Bambang Seopijanto, Direktur SEAMEO Biotrop Bambang Purwantara dan para pakar pertanian dari IPB.
Kegiatan yang berlangsung sehari ini dibuka Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh di Lantai IV Kantor Bupati, Sabtu (7/12).
Bupati Bengkalis dalam sambutannya sangat berharap melalui seminar ini lahir gagasan atau ide-ide cemerlang yang dapat diaplikasikan untuk peningkatan pembangunan di bidang agribisnis dan merangsang lahirnya entrepreneurs- entrepreneurs di bidang agribisnis.
Dipaparkan Bupati, potensi Kabupaten Bengkalis sangat besar, baik di bidang pertanian, kehutanan maupun perikanan. Tapi pada kenyataannya hari ini, produk-produk dari luar menyerbu Kabupaten Bengkalis. Lahan pertanian cukup luas, mencapai 6.000 hektar, tapi sejauh ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Â Kalau ini dikelola dengan baik dan benar, akan bisa menghasilkan 160 ribu ton padi setahun atau cukup untuk memenuhi kebutuhan beras Kabupaten Bengkalis yang hanya sekitar 60 ribu ton per tahun.
''Untuk itu kita perlu melakukan reformasi atau bahkan jika perlu revolusi pertanian. Bagaimana nanti hasil pertanian kita bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,'' ujarnya.
Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam pemaparannya mengatakan, tantang membangun agribisnis sangat berat, dibutuhkan semangat baru dan tantangan yang lebih besar. menurut kajian sebuah lembaga riset internasional terpercaya, Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi negara ke-7 terbesar di dunia ekonominya. Â Indonesia juga merupakan pasar produk luar karena tingginya tingkat daya beli masyarakat.
''Pertanyaannya, apa kita rela produk luar menguasai pasar dalam negeri,'' tanya sang profesor. Guna menghadang serangan produk luar tersebut, menurut Profesor, dibutuhkan produk-produk dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing. Tentunya hal ini tidak akan bisa terwujud, jika tidak didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap pakai.
Selain menjadi pamateri di Seminar Nasional Agribisinis, Rektor IPB dan Direktur SEAMEO Biotrop juga bertemu ramah dan berdialog kepala sekolah, siswa berprestasi serta tenaga penyuluh pertanian dan pemdamping desa Kabupaten Bengkalis.jfk