
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi oleh petani padi. Tidak hanya itu, Pemkab Siak juga memberikan bimbingan untuk petani melalui tenaga penyuluh.
"Melalui tenaga penyuluh inilah, petani bisa meningkatkan hasil produksi padi. Dengan demikian, kesejahteraan petani juga akan terwujud," ungkap Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, MSi saat menghadiri acara gelar 1000 petani se-Kabupaten Siak di Bunga Raya, Rabu (6/3/2014).
Pada acara yang dipusatkan di Lapangan Sri Wangsa Bunga Raya, dihadiri langsung oleh Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto, Anggota DPR RI Komisi IV asal Riau Wan Abu Bakar, Gubernur Riau Annas Maamun.
Dalam sambutannya, Syamsuar mengatakan luas lahan pertanian di Kabuapten Siak 4700 Hektare yang tersebar di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Bunga Raya, Sungai Apit, Sungai Mandau dan Sabak Auh.
Dengan lahan seluas itu, kata Syamsuar, mampu menghasilkan gabah sebanyak 35.440 ton pada tahun 2013 lalu. "Tapi, Kabupaten Siak masih kekurangan beras sekitar 50 ton setiap tahunnya," ujar Syamsuar.
"Sebab, pengusaha padi yang ada di Siak tidak mampu menampung gabah yang ada. Selain itu, pengusaha dari Sumatera Utara juga datang dengan harga cukup menjanjikan. Akibatnya, beras Siak banyak yang dibawa ke luar daerah," kata Bupati.
Selain itu, Syamsuar juga menyampaikan unsur hara tanah semakin lama semakin berkurang. Tentunya, sangat berpengaruh kepada produksi padi. "Kesuburan tanah di lahan pertaniah sudah mulai berkurang. Untuk itu, sangat perlu pengapuran dengan pupuk yang bagus," jelas Bupati.
"Persoalan yang paling krusial adalah masalah air. Sebab, petani yang ada di Siak masih ketergantungan kepada hujan. Saat hujan tak turun, maka panen akan terancam gagal," ulas Bupati. Disisi lain, beberapa lokasi sawah berdekatan dengan aliran sungai Siak. Tentunya, air sungai yang payau juga tidak bagus untuk kesuburan tanaman. "Lahan itu pun sering terkena banjir di saat pasang," tambah Syamsuar.
Bupati mengatakan, infrastruktur pertanian di Siak sangat masih rendah. Sehingga, sangat susah untuk mencetak lahan sawah baru tanpa adanya irigasi yang memadai.
Syamsuar juga menyinggung maslah benih. Sebab, menurutnya benih yang ada kurang bermutu. "Benih yang disemai petani juga kurang bermutu. Untuk itu, kami berharap Dirjen memberikan solusi terkait permasalahan ini," kata Syamsuar.
Selain itu, Pemkab Siak sedang berupaya untuk mengurangi alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan perkebunan. Sebab, jiak dibiarkan tentunya areal persawahan semakin sedikit. "Kami sedang menggodok Perdanya, tidak boleh lahan pertanian dijadikan lahan perkebunan," kata Syamsuar.
Dalam kesempatan itu, Dirjen Pertanian menyerahkan bantuan untuk para petani. Termasuk benih dan traktor.(san)