PEKANBARU, GORIAU.COM—Gubernur Riau Annas Maamun mendukung pembentukan desa adat yang dicanangkan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Dukungan itu tidak hanya dalam bentuk moral, namun ia akan menggelontorkan Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) untuk desa adat.
"Kami mendukung dengan dana untuk pembentukan desa adat di Provinsi Riau," tegas Annas Maamun sebelum berbuka puasa bersama tokoh adat melayu Riau di Balai Adat, Sabtu (5/7/2014) lalu. Mendengar hal itu, tamu undangan langsung bertepuk tangan.
Dikatakan Annas, dirinya sudah melihat APBD dan sekitar Rp1,2 T habis untuk bantuan hibah yang tak nampak. "Alangkah lebih bagus anggaran yang begini besar kita salurkan ke pembangunan desa Adat dan ini lebih jelas," ujarnya.
Menurut Annas, Desa Adat merupakan sebuah upaya untuk mempertahankan Riau. Mengingat, saat ini sangat banyak suku bangsa lain yang menguasai Riau. "Maaf cakap, di Riau banyak orang Cina, orang Batak baik yang punya lahan perorangan maupun perusahaan," katanya.
"Biasanya, kalau di desa ada pucuk suku dan mereka mampu menyelesaikan segala persoalan anak kemanakan. Seperti perselisihan sepadan tanah," tambah Annas.
Untuk tahap awal, lanjut Annas, satu kabupaten satu desa adat. Namun, jika memungkinkan, setiap kecamatan ada satu desa adat. "Kalau demikian, maka akan ada sekitar 168 desa adat di Riau," ujarnya.
"Desa adat ini akan mampu mengangkat marwah Riau dan orang akan pikir-pikir untuk berbuat macam-macam disini," kata Annas.
(san)