
PEKANBARU, GORIAU.COM -Kondisi minim hujan yang melanda sejumlah kawasan di Provinsi Riau menyebabkan peristiwa kebakaran hutan atau lahan kembali marak terjadi di daerah ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan satelit Terra dan Aqua mendeteksi kemunculan sebanyak 297 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Riau. Untuk di Sumatera, Riau masih rekor dengan 297 titik panas (hotspot).
Menurut analis lembaga pemantau cuaca itu, Selasa (27/8/2013), jumlah ini jauh meningkat dibandingkan dengan sebelumnya dimana hanya terdapat 37 titik panas di Riau.
Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Tri Puryanti, mengatakan, titik panas tersebut diindikasi kuat sebagai peristiwa kebakaran hutan atau lahan yang mengakibatkan sejumlah wilayah tercemar kabut asap.
Ia mengatakan titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan yakni mencapai lebih seratus titik, kemudian ada juga di sejumlah wilayah kabupaten dan kota lainnya di Riau, seperti Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, dan lainnya.
Menurut dia, meningkatnya jumlah titik panas di Riau disebabkan minimnya curah hujan sejak beberapa hari terakhir.(fzr)