
PEKANBARU – Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) semakin marak bermunculan di Kota Pekanbaru saat bulan suci Ramadhan, bahkan Gepeng ini tak segan untuk masuk kedalam lingkungan masjid dan juga bazar Ramadhan.
Komisi III DPRD Pekanbaru meminta Dinas Sosial (Dissos) dan juga Satpol PP Pekanbaru untuk lebih menggencarkan razia Gepeng yang semakin menjamur.
"Kita minta Dissos agar terus mengawasi keberadaan gepeng ini ditempat-tempat keramaian. Jadi harus ada langkah tegas dan pencegahan dari Pemko Pekanbaru," ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, H Ervan, Selasa (5/4/2022).
Politisi Gerindra ini menegaskan Pemko Pekanbaru jangan sampai melakukan pembiaran terhadap menjamurnya Gepeng yang sudah ramai menghiasi tempat keramaian ini.
"Seharusnya Pemko Pekanbaru itu tetap mengawasi gepeng ini di beberapa tempat. Jangan seakan-akan Pemko melakukan pembiaran terhadap keberadaan gepeng ini," tegasnya.
Sejauh ini ketika melakukan razia dan membawa Gepeng yang kedapatan tengah melakukan aktifitasnya, Dinsos Pekanbaru hanya melakukan pendataan dan pembinaan. Hal ini dinilai Ervan tidak efektif menumpas Gepeng di Pekanbaru.
"Saya menilai pembinaan itu kurang efektif. Karena setelah dibina, dalam waktu satu minggu gepeng itu berdatangan lagi jadikan kurang efektif. Seharusnya Pemko meletakkan tim pemantau, begitu ada gepeng datang langsung disuruh pergi. Lama-lama kan tentu gepeng itu bosan dan tidak akan datang lagi. Inilah yang tidak ada dilakukan sama Pemko Pekanbaru," cetusnya.
Selain itu Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru Nomor 12 tahun 2008 tentang Ketertiban Sosial belum ada disosialisasikan oleh Pemko Pekanbaru.
Padahal, perda tentang ketertiban sosial dijelaskan tentang larangan mengemis di tempat umum, di jalan raya, jalur hijau, persimpangan lampu merah dan jembatan penyebrangan.
"Saya rasa perda itu belum ada disosialisasikan sama sekali oleh Pemko Pekanbaru sehingga masyarakat banyak belum tahu seperti apa sanksinya. Seandainya, masyarakat mengasih kepada pengemis itu apa sanksinya, jadi sosialisasi belum ada," tutupnya. ***